Pengamat Beber Tantangan Pemberlakuan Beras Satu Harga
Redaksi
14 January 2026 14:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah melalui Perum Bulog menyatakan akan menggunakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau dalam kategori beras medium sebagai program beras satu harga. Nantinya Bulog akan menjual beras tersebut dengan harga Rp11.000/kilogram (kg).
Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengatakan bahwa beras satu harga tersebut tidak mudah diwujudkan di lapangan, mengingat disparitas biaya logistik antarwilayah yang sangat tinggi.
“Di wilayah yang memang transportasinya itu satu-satunya adalah lewat jalur udara, lewat pesawat, pasti mahal. Di wilayah Papua Pegunungan itu satu-satunya hanya bisa melalui pesawat. Itu satu kilogram bisa Rp23.000 sendiri biayanya, ya pasti mahal.” kata Khudori, Rabu (14/1/2027).
Namun, karena kebijakan beras satu harga bersifat penugasan, maka operator memang wajib menjalankannya tanpa ruang tawar, dengan kompensasi margin yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kalau itu sifatnya penugasan kan operator harus mewujudkan itu, bukan bisa atau tidak lagi, nggak boleh ditawar, harus diwujudkan kan, karena itu bagian dari penugasan, bagian dari komitmen, dan kompensasinya dikasih margin 7% itu.” sebutnya.






























