Menurut Janoskey, JPMorgan tetap berkomitmen untuk membiayai transisi energi. Namun pada saat yang sama, maraknya pusat data (data center) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membuat permintaan energi meningkat dan energi fosil kembali dilirik.
“Prediksi bahwa penggunaan energi fosil akan turun belum terwujud. Energi fosil masih akan memainkan peran penting dalam bauran energi (energy mix) dalam waktu dekat,” katanya.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana perkiraan harga batu bara untuk hari ini, Rabu (14/1/2026)? Apakah bisa naik lagi atau malah kembali ke jalur koreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara menempati zona bullish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 63. RSI di atas 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Adapun indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 100. Paling tinggi, sudah sangat jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara sepertinya belum akan banyak bergerak. Target resisten terdekat ada di rentang US$ 108-111/ton.
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 118/ton.
Sedangkan target support terdekat adalah US$ 105/ton. Dari sini, harga batu bara berisiko mengetes level US$ 104-98/ton.
(aji)



























