Logo Bloomberg Technoz

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), rupiah masih berisiko melemah. Target pelemahan terdekat adalah Rp16.850/US$ yang merupakan support pertama. Target pelemahan kedua akan tertahan di Rp16.870/US$.

Apabila kembali break kedua support tersebut, rupiah berpotensi melemah lanjutan dengan menuju level Rp16.900/US$ sebagai support terkuatnya.

Namun jika rupiah mampu menguat hari ini, maka resistance yang menarik dicermati ada di rentang Rp16.800-16.780/US$. Jika tertembus, maka bukan tidak mungkin rupiah bisa menuju Rp16.740/US$.

Analisis Teknikal Rupiah Selasa 13 Januari 2026 (Sumber: Bloomberg)

Faktor Penekan

Tekanan terhadap rupiah pada awal tahun dimulai dari invasi AS ke Venezuela. Sebagai salah satu volatilitas global, tekanan ini membuat premi aset di pasar Asia dihargai jadi lebih tinggi.

Selain itu, dari pasar AS data-data ketenagakerjaan AS yang cukup positif dengan prediksi tingkat penangguran yang stabil membuat bank sentral Federal Reserve menganggap suku bunga saat ini sudah memadai. Suku bunga yang tidak turun terlalu agresif membuat pelaku pasar kembali melirik aset di negara tersebut. 

Sementara itu, kondisi perekonomian domestik justru tengah menghadapi beberapa tekanan. Ketatnya fiskal semakin memperberat sentimen pasar.

Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menunjukkan defisit yang mendekati batas aman 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), memicu kekhawatiran terhadap kebutuhan pembiayaan pemerintah di tengah kondisi likuiditas global yang mengetat. 

(riset/aji)

No more pages