Logo Bloomberg Technoz

Pada jeda perdagangan Sesi I, berikut laju saham emiten-emiten tersebut:

  1. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melesat 7,14% ke posisi Rp2.550
  2. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 5,18% ke posisi Rp2.840
  3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melejit 4,13% ke posisi Rp3.780
  4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melejit 3,65% ke posisi Rp1.275
  5. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menguat 3,53% ke posisi Rp1.755
  6. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) melesat 2,5% di posisi Rp615
  7. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menguat 2,33% di posisi Rp5.475
  8. PT Medco Energy Tbk (MEDC) menguat 1,01% ke posisi Rp1.500

Sentimen Harga Emas

Data Ketenagakerjaan terbaru dari Amerika Serikat menjadi penopang kenaikan harga emas dunia. US Bureau of Labor Statistics mengumumkan penciptaan lapangan kerja non–farm payroll di Negeri Adidaya pada Desember 2025 adalah 56.000. Lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memprediksi mencapai 60.000.

Data ini menggambarkan pasar tenaga kerja AS masih belum solid. Ini bisa menjadi alasan bagi Bank Sentral Federal Reserve (The Fed) untuk melanjutkan siklus pelonggaran moneter dengan penurunan suku bunga acuan.

Gubernur The Fed Richmond Tom Barkin menilai, data ketenagakerjaan terbaru mencerminkan pertumbuhan yang moderat. Dia menyebut pengadaan tenaga kerja masih rendah.

“Tingkat pengangguran naik tahun lalu, dan pertumbuhan lapangan kerja moderat saja,” papar Barkin, melansir Bloomberg News.

Berdasarkan dot plot The Fed edisi Desember 2025, sepertinya tahun ini hanya akan terjadi penurunan Federal Funds Rate sebanyak satu kali. Namun pasar masih menilai ada pemangkasan dua kali.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Selain itu, dinamika geopolitik juga mendorong harga emas. Situasi di Iran sedang memanas, gelombang demonstrasi menyapu Negeri Persia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pun bersuara. Trump menegaskan Negeri Adikuasa tidak akan tinggal diam jika pemerintah Iran menggunakan kekerasan untuk meredam aksi demonstrasi.

Teheran tidak terima dengan pernyataan tersebut. “Jika AS sampai menyerang, maka wilayah mereka akan menjadi target yang legal bagi kami,” tegas Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Iran, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.

Emas adalah aset yang dianggap aman (safe haven asset). Saat situasi sedang panas, biasanya emas menjadi pilihan investor untuk mengamankan portofolio mereka.

Ke depan, bagaimana prospek harga emas? Apakah rekor baru akan terus tercipta?

Ada kemungkinan harga bisa menguat lagi. Bahkan bisa menembus US$4.600/troy ounce.

Apabila level resistance ini berhasil tertembus dengan volume yang tinggi, maka resistance potensial harga emas selanjutnya menuju US$4.610/troy ounce. Target paling optimistis atau resistance terjauh adalah US$4.630/troy ounce.

Namun memang terlihat risiko penurunan harga emas. Cermati pivot point di US$4.535/troy ons.

Dari situ, harga emas berisiko menguji support US$4.506/troy ons yang merupakan MA–5 nya.

(fad/aji)

No more pages