Logo Bloomberg Technoz

Data ini memberi harapan konsumsi di Negeri Tirai Bambu bisa bangkit. Saat konsumsi meningkat, maka permintaan energi akan ikut terdongkrak.

China adalah konsumen batu bara terbesar di dunia. Apa yang terjadi di sana akan sangat mempengaruhi pembentukan harga.

A truck unloads coal as at the PT Exploitasi Energi Indonesia operations in Asam-Asam, South Kalimantan./Bloomberg-Dadang Tri

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana perkiraan harga batu bara untuk pekan depan? Apakah masih kuat menanjak atau justru terdepak?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), batu bara masih berada di zona bearish. Tercermin dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 48.

RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI batu bara belum jauh di bawah 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.

Lalu indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 38. Menghuni area jual (short) yang kuat.

Kemudian indikator Average True Range (ATR) 14 hari ada di 2. Memberi sinyal bahwa volatilitas harga batu bara sepertinya akan rendah.

Untuk perdagangan minggu depan, harga batu bara sepertinya masih akan bergerak terbatas. Target resisten terdekat ada di US$ 108-109/ton.

Sementara target support ada di level US$ 106-104/ton.

(aji)

No more pages