Logo Bloomberg Technoz

“Tentunya masih ada karena produknya kan Pertamax Green 95 itu yang diperbanyak maksudnya dan dipertimbangkan di lokasi-lokasi tertentu, bukan langsung ke semua pulau di Indonesia ya,” tegas Eniya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan peta jalan atau roadmap pengembangan bioetanol di Indonesia akan rampung dalam waktu dekat.

Bahlil menegaskan peta jalan tersebut akan memuat linimasa implementasi mandatori bioetanol di Indonesia. Salah satunya, kata Bahlil, bioetanol akan mulai dimandatorikan pada 2027 hingga 2028.

“Kalau etanolnya pasti teman-teman tanya kapan mulai? Roadmap-nya lagi dibuat, tetapi saya pastikan paling lambat 2028 sudah ada mandatori, mungkin 2027—2028. Kita roadmap-nya sebentar lagi akan selesai,” kata Bahlil dalam konferensi pers capaian kinerja sektor ESDM, Kamis (8/1/2029).

Ditemui usai acara, Eniya menjelaskan peta jalan pengembangan bioetanol tersebut akan termaktub dalam Keputusan Menteri ESDM (Kepmen ESDM).

Setelah peta jalan tersebut terbit, Eniya mengatakan akan terdapat Kepmen ESDM yang disusun untuk menentukan besaran campuran etanol dalam bensin yang dimandatorikan.

“Sebentar lagi aja karena sudah final [peta jalannya]. Terus mungkin nanti Kepmen E5 atau E10 saya enggak tahu ya, tetapi roadmap-nya sudah kita [susun],” kata Eniya ditemui awak media, di kantor Kementerian ESDM, Kamis (8/1/2026).

Sebelumnya, Bahlil sempat menargetkan mandatori bensin bauran etanol nabati 10% atau bioetanol E10 dapat berlaku pada 2027.

Menurut Bahlil, mandatori E10 mesti dipercepat agar Indonesia bisa segera lepas dari ketergantungan impor bensin. Saat ini, lanjutnya, pemerintah tengah mempersiapkan lini waktu yang memungkinkan untuk implementasi mandatori bioetanol 10% tersebut.

“Sekarang lagi dilakukan kajian; apakah mandatori ini dilakukan 2027 atau 2028 atau tahun berapa. Menurut saya, [hal] yang kita lagi desain, kelihatannya paling lama 2027 ini sudah bisa berjalan, karena E10 adalah bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi impor bensin,” tutur Bahlil ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/10/2025) malam.

Menurut hitung-hitungan Kementerian ESDM, kebutuhan bioetanol untuk menjalankan program mandatori E10 itu sekitar 1,2 juta kiloliter.

(azr/wdh)

No more pages