Logo Bloomberg Technoz

Valuasi IHSG Sudah Mahal Usai Tembus 9.000

Muhammad Julian Fadli
09 January 2026 11:27

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (IHSG). (Bloomberg Tachnoz/ Andrean Kristianto)
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (IHSG). (Bloomberg Tachnoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sikap dovish The Fed yang menggunting bunga acuan menjadi 3,5–3,75% dengan perkiraan dua kali pemangkasan tambahan pada 2026 telah menghiasi sentimen positif pasar saham. Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun semringah, hingga sempat menembus level 9.000 sebagai pencapaian tertinggi All Time High/ATH.

Pada awal 2026, IHSG telah melejit 3,54% point–to–point. Namun sayangnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) malah melemah 0,8% hingga perdagangan siang hari ini, Jumat 9 Januari, yang juga turut membayangi IHSG.

Sentimen dovish The Fed tidak hanya menyemangati IHSG, namun juga bursa Asia lain. Seperti KOSPI (Korea Selatan), TW Weighted Index (Taiwan), PSEI (Filipina), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), Shanghai Composite (China), NIKKEI 225 (Jepang), Straits Times (Singapura), dan SETI (Thailand) yang berhasil menghijau cerah.


Lantas, apakah valuasi IHSG sudah mahal atau masih murah?

Berdasarkan data Bloomberg, per Jumat 9 Januari 2026, acuan valuasi Price Book Value (PBV) IHSG ada di 2,32 kali, dengan Price to Earning Ratio (PER) di 16,63 kali.