Sejak melantai di bursa AS pada April 2025, saham Chagee telah merosot lebih dari 50%, sehingga nilai pasar perusahaan kini berada di kisaran US$2,4 miliar. Dalam laporan kuartalannya, Chagee mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 9,4% menjadi sekitar US$450 juta pada kuartal ketiga. Sementara itu, laba bersih merosot lebih dari 35% akibat persaingan harga yang ketat dari platform pengiriman makanan di China.
Menanggapi kabar tersebut, perwakilan resmi Chagee menyatakan bahwa perusahaan saat ini belum memiliki rencana pasti untuk melantai di bursa Hong Kong.
Setelah mencatat kinerja kuat sepanjang 2025, Hong Kong diperkirakan menuju Januari terbaik sepanjang sejarah untuk pencatatan saham baru, dengan 11 perusahaan yang siap menghimpun dana hingga US$4,1 miliar. Berbeda dengan Chagee, sebagian besar kandidat IPO tersebut merupakan perusahaan China yang bergerak di bidang kecerdasan buatan. KPMG memperkirakan pencatatan saham di Hong Kong dapat menghimpun dana hingga US$45 miliar pada 2026.
(bbn)






























