Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Melemah (Lagi), Sudah 5 Hari Beruntun

Tim Riset Bloomberg Technoz
08 January 2026 16:29

Karyawan memberikan uang rupiah dan dolar AS kepada nasabah di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memberikan uang rupiah dan dolar AS kepada nasabah di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah, di tengah volatilitas global yang masih tinggi dan rilisnya data-data ekonomi pekan ini.

Pada perdagangan spot Kamis (8/1/2026), rupiah ditutup melemah 0,11%, dan dibanderol di Rp16.793/US$. Pelemahan ini menjadi hari kelima secara beruntun rupiah belum melakukan perlawanan terhadap dolar AS.

Indeks dolar AS kembali menguat di level 98.744 dan memengaruhi pergerakan mata uang di dalam kawasan. Mata uang Benua Kuning, turut melemah. 

Nilai tukar mata uang Asia terhadap dolar AS, Kamis sore (8/1/2026). (Sumber: Bloomberg)

Tekanan Domestik

Dari sisi domestik, pasar merespons kondisi perekonomian dalam negeri Indonesia. Defisit fiskal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menjadi sorotan pelaku pasar.