IHSG melesat usai pengumuman data cadangan devisa Indonesia. IHSG pun langsung merespons dengan sempat menguat ke level tertingginya tembus 9.000.
Pagi tadi, Bank Indonesia (BI) melaporkan perkembangan cadangan devisa per Desember 2025. Cadangan devisa Indonesia mengalami kenaikan.
BI mengumumkan cadangan devisa per akhir 2025 sebesar US$156,5 miliar. Melonjak US$6,4 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.
Cadangan devisa tersebut menjadi yang tertinggi dalam sembilan bulan.
“Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut terutama bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman pemerintah. Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” sebut laporan BI.
Ke depan, lanjut laporan BI, ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing yang diprakirakan terus berlanjut sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambah BI.
Kepercayaan Pasar
Memasuki 2026, investor asing terpantau mulai memborong saham di Tanah Air. Per kemarin, investor asing mencatat beli bersih (net buy) Rp 1,89 triliun.
Investor domestik juga menjadi motor bagi keperkasaan IHSG. Tahun lalu, IHSG mencatat kenaikan tahunan tertinggi sejak 2014.
"Investor domestik menjadi generasi pemenang. Jika ini bisa terus dipertahankan, maka IHSG di rekor baru hanyalah permulaan," tegas Mohit Mirpuri, Fund Manager di SGMC Capital Pte, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Pelaku pasar sepertinya menunjukkan peningkatan kepercayaan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Studi dari dari NEXT Indonesia Center menunjukkan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menunjukkan tren positif dan untuk pertama kalinya menembus Rp15.000 triliun pada Maret 2025. Angka tersebut menempatkan BEI sebagai pasar modal terbesar di ASEAN setelah melampaui Singapore Exchange (SGX) pada Februari 2023.
“Lonjakan kapitalisasi pasar menjadi penanda kuatnya kepercayaan pasar terhadap fondasi ekonomi Indonesia dalam satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo. Dengan capaian ini, Indonesia resmi menjadi pasar modal terbesar di Asia Tenggara,” tulis NEXT dalam laporannya.
Kenaikan IHSG hingga terus-menerus memperbarui rekor tertinggi menggambarkan optimisme investor terhadap stabilitas politik dan arah kebijakan ekonomi nasional. Dalam laporannya, NEXT menulis, “Pertumbuhan IHSG menunjukkan kepercayaan investor bahwa perekonomian Indonesia bergerak di jalur yang stabil.”
(red)






























