Dia menyebut, saat ini masih terdapat sekitar 150 desa yang harus segera dipulihkan aliran listriknya.
“Karena apa? Karena masih ada infrastruktur darat, tegangan rendah yang belum selesai. Masih ada kurang lebih sekitar 150 desa yang harus kita selesaikan. Nah, untuk itu, ada surat permohonan dari beberapa kepala daerah kepada kami untuk meminta diskon listrik ke di wilayah lokasi bencana,” ungkapnya.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian ESDM, pemulihan pasokan listrik di wilayah Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara telah mencapai 98,46% per Senin (22/12/2025).
Dalam data tersebut dijelaskan bdari total 2.666.398 pelanggan yang terdampak gangguan kelistrikan, sebanyak 2.625.568 pelanggan telah kembali teraliri listrik.
Dengan begitu, hingga kini terdapat 40.830 pelanggan belum teraliri listrik dan masih dalam proses pemulihan seiring upaya perbaikan infrastruktur di lokasi bencana.
Di Aceh, dari total 1.847.786 pelanggan sebanyak 1.807.111 pelanggan atau 97,7% telah kembali teraliri listrik. Sedangkan sisanya, sebanyak 40.675 pelanggan masih belum mendapatkan setrum.
Selanjutnya, di Sumatra Utara kondisi kelistrikan hampir sepenuhnya pulih. Dari total 544.048 pelanggan terdampak, 544.038 di antaranya atau sekitar 99,9% telah kembali teraliri listrik.
Ditjen Gatrik Kementerian ESDM mencatat tersisa 10 pelanggan yang belum teraliri listrik dan seluruhnya berada di Desa Hutajulu Parbalik, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, akibat akses jalan yang masih tertutup longsor sehingga menyulitkan perbaikan.
Sementara itu, di Sumatra Barat, dari total 274.564 pelanggan terdampak sebanyak 274.419 pelanggan atau sekitar 99,9% telah kembali menikmati listrik.
Dalam hal ini, terdapat 145 pelanggan yang belum teraliri listrik di Jorong Lambeh, wilayah FCO Tulang Gajah Tinggi, akibat dua trafo yang belum dapat dipulihkan karena akses ke lokasi masih belum dapat dilintasi dan rawan longsor.
(azr/wdh)






























