Logo Bloomberg Technoz

Langkah AS, yang dilaporkan ABC News dan The New York Times (NYT), merupakan tantangan bagi pengaruh China di Amerika Latin, meski dua ekonomi terbesar di dunia berusaha menstabilkan hubungan. Hal ini terjadi saat Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bersiap untuk bertemu lagi pada April setelah mencapai gencatan perdagangan akhir tahun lalu.

China adalah Mitra Dagang Terbesar Kedua di Amerika Latin. (Bloomberg)

ABC News melaporkan Venezuela diperintahkan untuk mengusir keempat negara tersebut dan memutus hubungan ekonomi, mengutip tiga sumber anonim yang mengetahui hal tersebut.

Laporan terpisah dari NYT, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, mengatakan Washington menekan pemimpin sementara Delcy Rodríguez untuk memaksa mata-mata dan personel militer dari negara-negara tersebut keluar, meski beberapa diplomat diizinkan tetap tinggal.

Gedung Putih belum merespons permintaan komentar terkait laporan tersebut.

Belum jelas sejauh mana AS akan berusaha untuk mengeluarkan China, Rusia, dan negara-negara lain dari ekonomi Venezuela. Langkah untuk memutus hubungan akan menata ulang politik Venezuela, yang sangat bergantung pada keempat negara tersebut untuk stabilitas ekonomi dan keamanan dalam beberapa tahun terakhir di bawah pemerintahan Maduro dan pendahulunya, Hugo Chavez.

Meski pejabat senior AS mengatakan AS tidak bermaksud menduduki Venezuela setelah menangkap Maduro, Trump berulang kali menegaskan niatnya untuk memainkan peran utama dalam menentukan masa depan negara tersebut—dan sebagian besar masa depan itu akan didanai oleh pendapatan minyak.

Pada Selasa malam, Trump mengatakan Venezuela akan mulai mengirimkan 50 juta barel minyak ke AS—senilai lebih dari $2,8 miliar berdasarkan harga acuan saat ini untuk West Texas Intermediate—dan menyatakan minyak tersebut akan dijual seharga pasar. Pemerintah berencana bertemu dengan perusahaan minyak AS dalam sepekan ke depan untuk membahas investasi di negara Amerika Selatan tersebut.

Ketegasan AS yang semakin meningkat di Amerika Latin akan memaksa China menyesuaikan pendekatannya terhadap kawasan tersebut, meski kemungkinan besar tidak akan sampai pada konfrontasi langsung dengan AS.

Beijing telah memperdalam hubungan perdagangan dan ekonomi di Amerika Latin selama lebih dari satu dekade guna memperluas pengaruh globalnya serta mengamankan pasokan sumber daya kritis.

Venezuela, khususnya, menjaga hubungan dekat dengan Beijing, yang pada 2023 meningkatkan hubungan menjadi "kemitraan strategis sepanjang masa" tingkat tinggi. China adalah pembeli minyak mentah terbesar dan kreditor terbesar Venezuela, secara konsisten mendukung pemerintah Maduro dan memberi dukungan terhadap sanksi dan isolasi AS.

Ekspor Minyak Mentah Venezuela ke China Meningkat. (Bloomberg)

"China harus bereaksi; mereka tidak bisa terlihat lemah," kata Dylan Loh, associate professor di Nanyang Technological University. Loh menekankan bahwa ketegangan ini bisa memengaruhi negosiasi perdagangan di masa depan, meski kemungkinan besar tidak akan mengganggu gencatan dagang secara langsung.

"AS akan melihat ini sebagai kartu tawar-menawar. Mereka mungkin berusaha mencapai kesepakatan dengan China untuk terus menjual minyak dan mengizinkan Venezuela melunasi pinjamannya," jelasnya.

Manuver ini dianggap oleh sebagian pihak lebih dari sekadar perebutan pasokan energi. Josef Gregory Mahoney, profesor hubungan internasional di Universitas Normal Timur China, Shanghai, menggambarkan strategi AS sebagai "permainan berlapis" yang dirancang untuk mengukuhkan dominasi regional sambil menetralkan pengaruh asing di Belahan Barat.

"Mungkin sebagian tujuannya adalah untuk menguasai tidak hanya minyakm tetapi juga kekayaan mineral strategis," beber Mahoney. Dia memperingatkan bahwa memaksa China keluar akan menciptakan "preseden buruk" bagi investasi di seluruh Amerika Latin dan memicu siklus pembalasan.

"Jika sampai pada titik di mana China dipaksa keluar, maka kita mungkin akan melihat semacam pembalasan—penyitaan aset Amerika atau gugatan hukum untuk memulihkan nilai," imbuh Mahoney.

(bbn)

No more pages