Karena transaksi ini merupakan pelepasan segmen usaha, Perseroan juga melakukan penghitungan terhadap kontribusi bisnis teh Sariwangi. Hasilnya, total aset bisnis tersebut hanya mencapai 2,5% dari total aset Perseroan, sementara kontribusi laba bersih tercatat sebesar 3,1% dan pendapatan usaha sekitar 2,7% dari keseluruhan kinerja Unilever Indonesia.
Jual Bisnis Es krim
Selain melepas bisnis teh, Unilever Indonesia juga tengah menuntaskan agenda restrukturisasi lainnya melalui pemisahan bisnis es krim. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menargetkan transaksi pemisahan tersebut dengan nilai sekitar Rp7 triliun.
Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap menyampaikan bahwa proses pemisahan bisnis es krim berjalan sesuai rencana dan masih berada dalam kerangka waktu yang telah ditetapkan.
Menurutnya, Perseroan telah mencatat kemajuan yang berarti menuju penyelesaian transaksi, sembari tetap menjaga fokus pada pertumbuhan berkelanjutan di bisnis inti. Ia menambahkan, apabila terdapat penyesuaian jadwal akibat dinamika global, Perseroan akan segera menyampaikan informasi kepada publik.
Sebelumnya, pemegang saham UNVR telah memberikan persetujuan atas rencana pemisahan bisnis es krim tersebut pada awal tahun. Nilai total transaksi penjualan bisnis es krim diperkirakan mencapai Rp7 triliun, di luar pajak pertambahan nilai. Dalam jangka pendek, Perseroan menargetkan hasil transaksi akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen tunai setelah transaksi rampung.
Manajemen menilai langkah ini akan memperkuat posisi kas Perseroan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan eksternal. Pasca transaksi, Unilever Indonesia akan memfokuskan kegiatan usahanya pada segmen Home and Personal Care serta Nutrition, yang mencakup lini Home Care, Beauty & Wellbeing, dan Personal Care.
(wep)



























