Hal itu juga turut meningkatkan inflasi nasional sepanjang Desember 2025yang mencapai 0,64% yoy. Sementara, inflasi sepanjang tahun berjalan tercatat juga mencapai 2,92% yoy, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang masih 1,57% yoy.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) mencatatkan laju inflasi yang signifikan pada Desember 2025, dipicu bencana yang terjadi di tiga wilayah tersebut.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan ketiga provinsi tersebut mencatatkan tingkat inflasi di atas rata-rata nasional. Aceh menjadi yang tertinggi dengan inflasi sebesar 6,71% secara tahunan (year-on-year/yoy).
"Penyebab terjadinya inflasi di ketiga wilayah tersebut dikarenakan kenaikan harga komoditas yang diakibatkan efek bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025," ujar Pudji dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (5/1/2026) lalu.
Secara terperinci, Aceh kini menjadi wilayah dengan tingkat inflasi tertinggi sepanjang Desember 2025. Hal ini berbanding terbalik dibandingkan capaian bulan sebelumnya atau November yang justru masih deflasi sebesar 0,67%.
Kemudian, Sumatra Barat mencatatkan tingkat inflasi sebesar 5,15%, sekaligus menjadikan inflasi wilayah tertinggi kedua setelah Aceh. Pada November lalu, inflasi Sumbar masih tercatat sebesar 3,98% yoy.
Sementara itu, Sumatra Utara mencatatkan inflasi sebesar 4,66% yoy, sekaligus menempatkannya di posisi keempat terbesar inflasi tertinggi sepanjang Desember 2025. Pada bulan sebelumnya, inflasinya masih di angka 3,96% yoy.
(lav)































