Logo Bloomberg Technoz

Inflasi Ramadan Terproyeksi di Atas 3%, BI Ungkap Penyebabnya

Pramesti Regita Cindy
20 February 2026 07:50

Bank Indonesia siap turunkan suku bunga keempat berturut-turut untuk dorong pertumbuhan (Bloomberg)
Bank Indonesia siap turunkan suku bunga keempat berturut-turut untuk dorong pertumbuhan (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia memproyeksikan inflasi pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026 berada sedikit di atas 3%. Meski demikian, bank sentral menegaskan kondisi tersebut bersifat sementara dan tetap berada dalam kisaran yang terjaga.

Deputi Gubernur BI Aida S Budiman menjelaskan inflasi yang tinggi tersebut karena masih adanya dampak administered prices akibat diskon listrik tahun lalu sehingga mendorong adanya sedikit inflasi di atas 3%.

"Adanya dampak dari diskon listrik di tahun 2025 yaitu pada bulan Januari dan Februari dan nanti masih terasa dampaknya sampai Januari, Februari, Maret 2026," kata Aida dalam konferensi persnya, dikutip Kamis (20/2/2026). 


Meski demikian, Aida memastikan kondisi pasokan pangan relatif aman. Saat ini sejumlah komoditas hortikultura seperti bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit tengah memasuki masa panen.

"Kami melakukan monitoring mingguan, untuk harga-harga semuanya masih dalam kisaran proyeksi dari Bank Indonesia. Jadi mudah-mudahan ini akan terus terjaga sampai dengan bulan Maret," tekannya.