Logo Bloomberg Technoz

1. Prajogo Pangestu

Sampai dengan data terbaru per hari ini, Prajogo Pangestu berhasil menguasai posisi teratas dalam daftar orang terkaya di Indonesia. 

Prajogo Pangestu merupakan pemilik grup Barito Pacific, yang merupakan perusahaan petrokimia dan energi baru terbarukan panas bumi terbesar di Indonesia. Perusahaan yang berfundamental di Jakarta ini turut menguasai pembangkit tenaga listrik ternama.

Prajogo Pangestu. (Tangkapan layar via website barito-pacific.com)

Berdasarkan data Bloomberg, kekayaannya juga berasal dari grup yang mencakup perusahaan tercatat lainnya seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), hingga sampai dengan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).

Prajogo Pangestu menguasai 71,36% saham BRPT secara langsung. Prajogo juga memiliki 84,08% saham CUAN, Petrindo Jaya Kreasi, yang digenggam atas namanya langsung.

Prajogo juga menguasai 5,03% saham TPIA, atau perusahaan Chandra Asri Pacific, yang sekaligus mengendalikan Chandra Daya Investasi, saham CDIA, yang berhasil melenggang usai melangsungkan IPO pada 9 Juli 2025 lalu. Yang harga sahamnya melambung ratusan persen usai listing perdana.

Prajogo Pangestu per siang hari ini memiliki jumlah kekayaan mencapai US$45 miliar (Rp754,17 triliun).

2. Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong yang merupakan pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN) badan usaha bisnis tambang batu bara terbesar di Indonesia. Low menempati peringkat ke–106 orang terkaya di dunia dengan nilai kekayaan mencapai US$24,1 miliar (Rp403,91 triliun).

Low Tuck Kwong, Direktur Utama Bayan Resources. Foto: Ahmad Zamroni/Forbes Indonesia

Sumber kekayaan Low Tuck Kwong sejatinya juga berasal dari perusahaan energi baru terbarukan yang beralamat di Singapura, Metis Energy, yang sebelumnya dengan sebutan Manhattan Resources. Melalui perusahaan tersebut, Low Tuck Kwong menempatkan dana investasinya hingga mencapai US$79,1 juta, dari sebelumnya US$58,4 juta.

Kemudian melalui perusahaan tambang batu bara, Low menggenggam 40,22% saham BYAN atas namanya langsung. Kekayaannya juga berasal dari perusahaan penyedia jasa penambangan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) dengan jumlah kepemilikan saham mencapai 14,18%.

3. Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto berhasil merangsek peringkat ketiga orang terkaya se–Indonesia Raya, sekaligus menjadi orang terkaya ke–118 di dunia. Ia merupakan pendiri Royal Golden Eagle, sebuah konglomerat manufaktur yang memiliki aset lebih dari US$40 miliar, per data 2025.

Grup yang berfundamental di Singapura ini memiliki perkebunan kelapa sawit dan kayu, fasilitas gas alam, dan pabrik tekstil. Kantor keluarga Tanoto, Pacific Eagle, juga memiliki properti di London, Singapura, Shanghai, hingga Munich.

Sukanto Tanoto (Dok. Tanoto Foundation/Diolah)

Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan tersebut, Sukanto berhasil menghimpun nilai kekayaan mencapai US$22 miliar (Rp368,71 triliun).

Di samping itu, sumber kekayaan Sukanto Tanoto juga berasal dari berbagai perusahaan unggulan dunia, seperti Apical, perdagangan minyak sawit, dan Sateri, perusahaan yang memproduksi serat viscose. Termasuk juga Asian Agri.

Sumber kekayaannya juga bersumber dari Pacific Eagle—bagian dari grup perusahaan Royal Golden Eagle pasar real estate. Bisnisnya juga mencakup Pacific Energy, dengan Pacific Oil and Gas.

4. Budi Hartono

Budi Hartono berada di peringkat keempat orang terkaya di Indonesia, sekaligus menjadi orang terkaya ke–138 di dunia. Dengan jumlah kekayaannya yang mencapai US$19,1 miliar (Rp320,11 triliun).

Kekayaan Budi Hartono berasal dari grup Djarum, yang selanjutnya juga bersumber dari bisnis yang dikuasainya melalui PT Dwimuria Investama Andalan.

Budi Hartono (Rumahinovasi.net/diolah)

Berdasarkan data Bloomberg, melalui perusahaan induk itu, Budi Hartono terungkap menggenggam 29% saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Kekayaannya juga berasal dari operator menara telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui Sapta Adhikari Investama mencapai 33%.

Budi Hartono juga menggenggam 34% saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) sebagai bagian dari grup Djarum, yaitu e-commerce Blibli.

5.  Michael Hartono

Posisi orang terkaya kelima di Indonesia ditempati oleh saudara Budi, yaitu Michael Hartono yang juga berasal dari grup Djarum. Kekayaannya menyentuh US$17,5 miliar (Rp293,29 triliun) sekaligus menempatkan Michael Hartono di urutan 150 orang terkaya di dunia versi Bloomberg Billionaires Index.

Bersama dengan saudaranya, kekayaan Michael Hartono juga berasal dari bisnis yang dipimpin melalui PT Dwimuria Investama Andalan.

Michael Hartono. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Menyelusuri perusahaan itu, Michael Hartono menggenggam 28% saham Bank BCA, yang merupakan bank terbesar di Indonesia. Michael juga merupakan pemilik atas operator menara telekomunikasi TOWR melalui PT Sapta Adhikari Investama, dengan 32% saham.

Selain itu, ia juga menggenggam 33% saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI). Dengan nilai kekayaan yang mencapai US$17,5 miliar, Michael Hartono berhasil menyalip Anthoni Salim.

6. Anthoni Salim

Pemilik grup Indofood dan juga bos dari Grup Salim, Anthoni Salim, bertengger pada urutan keenam orang terkaya di Indonesia, dan berada di posisi 159 orang terkaya di dunia. Kekayaan Anthoni Salim mencapai sebesar US$17,2 miliar (Rp288,26 triliun).

Grup Indofood merupakan perusahaan pembuat mi instan terbesar di Indonesia, dan salah satu terbesar di dunia. 

Presiden Direktur dan CEO PT Indofood CBP Sukses Makmur, Anthoni Salim. (Yuriko Nakao/Bloomberg)

Anthoni Salim juga menguasai saham First Pacific, Gallant Venture, China Minzhong Food, PT Amman Mineral Internasional (AMMN), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), sampai PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS)

Sebagian besar sumber kekayaan Anthoni Salim berasal dari kepemilikannya pada Amman Mineral Internasional, perusahaan pertambangan tembaga dan emas terkemuka di dunia, yang dipegangnya melalui PT Sumber Gemilang dan PT Pesona Sukses.

Adapun Anthoni Salim memegang 24% saham Sumber Gemilang Persada, yang menguasai 32% saham Amman Mineral. Dia juga memiliki 100% saham Persona Sukses, yang menguasai 6% saham Amman. 

7. Dato Sri Tahir 

Dato Sri Tahir memiliki kekayaan mencapai US$13,6 miliar yang sama dengan mencapai Rp227,92 triliun. Bisnis Dato Sri Tahir meliputi berbagai sektor seperti perbankan, kesehatan, properti, hingga media massa.

PT Berita Mediatama Indonesia, perusahaan yang menaungi Bloomberg Technoz, berafiliasi dengan Grup Mayapada milik Dato Sri Tahir.

Pendiri Mayapada Group sekaligus Komisaris Utama PT Bank Mayapada Internasional Tbk, Dato’ Sri Tahir. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Sejumlah perusahaan yang dinaungi dan terafiliasi dengannya adalah PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA), PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang merupakan operator Mayapada Hospital.

Dari pertambangan, Dato Sri Tahir merupakan pemilik PT Raja Kutai Baru Makmur. Perusahaan ini bergerak di pertambangan batu bara.

Dari properti, Dato Sri Tahir memiliki properti perkantoran, hotel, mal, dan sebagainya. Termasuk Mayapada Tower I dan II, Sona Topaz Tower, Menara Topaz (Surabaya), Fairmont Hotel (Bali), Four Points by Sheraton (Jakarta dan Batam), Fairfield by Marriott (Surabaya), Mal Bali Galeria, dan Lampung Land. Dato Sri Tahir juga tercatat memiliki properti di luar negeri yakni Singapura dan Jepang.

Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan dari segala lini bisnis, Dato Sri Tahir berhasil menempati peringkat ke–231 orang terkaya dunia.

8. Haryanto Tjiptodihardjo

Bloomberg Billionaires (Rich) Index mencatat Kekayaan Haryanto Tjiptodihardjo bernilai US$11,1 miliar (Rp186,02 triliun). Haryanto Tjiptodihardjo menjabat Presiden Direktur PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), produsen dan distributor bahan bangunan unggulan berbahan material plastik.

Pundi–pundi kekayaan Haryanto Tjiptodihardjo terus diperluas atas inisiatif Impack melangsungkan ekspansi ke Australia dan Selandia Baru melalui akuisisi Mulford Plastics, atau Mulford Holdings.

Direktur Utama PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), Haryanto Tjiptodihardjo. (dok. PT Impack Pratama Industri Tbk)

Diketahui, menurut pengungkapan pemegang saham pada November 2025 dan laporan tahunan 2024, Haryanto Tjiptodihardjo memiliki 85% saham perusahaan, baik secara langsung maupun melalui entitas investasi PT Harimas Tunggal Perkasa, PT Tunggal Jaya Investama, serta bersama putranya, Phillip Tjipto.

Dengan itu semua, Haryanto Tjiptodihardjo berada di peringkat ke–8 orang terkaya se–Indonesia Raya, sekaligus menjadi orang terkaya ke–301 di dunia.

9. Otto Toto Sugiri

Otto Toto Sugiri, seorang pengusaha Indonesia yang disebut–sebut sebagai Bill Gates-nya Indonesia, adalah pendiri sekaligus Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk (DCII), penyedia layanan pusat data terbesar di Tanah Air. Otto Toto Sugiri menggenggam 29,9% saham DCII secara langsung, berdasarkan data Bloomberg per Januari 2026.

Direktur Utama PT DCI Indonesia Tbk, Otto Toto Sugiri (Diolah berbagai sumber)

DCI Indonesia, data center terbesar di Indonesia, memiliki tujuh pusat data di tiga kota dan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,8 triliun pada 2024. Otto Toto Sugiri juga merupakan salah satu pendiri PT Indointernet Tbk (EDGE), penyedia layanan internet terpadu pertama di Indonesia, melansir Bloomberg.

Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan, Otto Toto Sugiri berhasil menempati peringkat ke–356 orang terkaya di dunia, dengan keberhasilan mencatat kekayaan mencapai US$9,9 miliar (Rp165,91 triliun).

(fad/aji)

No more pages