"Faktor-faktor tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di tahun 2026,” tegas Febrio.
Ke depan, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi. Kebijakan fiskal diarahkan mendukung program pembangunan nasional guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Senada, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5%+-1% ditopang oleh konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara BI dan pemerintah, baik pusat maupun daerah.
"Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5%+-1% pada 2026 dan 2027," kata Ramdan Denny.
(lav)





























