Logo Bloomberg Technoz

“Kita akan memikirkan Greenland dalam waktu sekitar dua bulan,” ujar Trump. “Mari kita bicarakan Greenland dalam 20 hari.”

Frederiksen merespons keras kampanye terbaru Trump itu dengan mendesaknya untuk menghentikan ancaman tersebut. Di seluruh Eropa, para pejabat menyatakan dukungan mereka terhadap Greenland, yang merupakan bagian dari Kerajaan Denmark dan karenanya juga anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Trump pertama kali melontarkan gagasan untuk membeli Greenland pada 2019, saat masa jabatan pertamanya sebagai presiden. Sejak kembali ke Gedung Putih, ia meningkatkan retorikanya. Pada Desember lalu, sebuah badan intelijen Denmark untuk pertama kalinya menyebut AS sebagai potensi risiko keamanan.

Bagi Eropa dan NATO, taruhannya sangat besar. Langkah militer di Greenland akan mengguncang fondasi aliansi yang dibangun atas prinsip pertahanan kolektif, di mana serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Tidak pernah ada negara NATO yang berperang melawan sesama anggota, dan kemungkinan Washington menggunakan kekuatan militer terhadap sekutunya sendiri berpotensi mengguncang tatanan keamanan Barat secara keseluruhan.

Frederiksen mengatakan kepada TV2 bahwa dirinya “bukan orang yang mudah gugup, dan juga tidak naif, sehingga saya terus mengawasi setiap pergerakan di peta saat ini,” seraya menambahkan bahwa ia yakin Trump “sungguh-sungguh dengan apa yang ia katakan.”

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen mengimbau warganya agar tidak panik melalui unggahan di media sosial pada Minggu, dan kemudian menyebut retorika Trump sebagai “tidak menghormati.”

Trump berargumen bahwa penguasaan Greenland diperlukan demi keamanan nasional AS. Pulau tersebut sudah menjadi lokasi pangkalan udara paling utara milik AS serta stasiun radar yang digunakan untuk mendeteksi ancaman rudal dan memantau aktivitas luar angkasa.

Frederiksen mengatakan ia telah berbicara dengan Trump “beberapa waktu lalu,” tanpa merinci lebih lanjut. Denmark, katanya, “selalu menjadi sekutu yang baik bagi Amerika Serikat” dan berharap hubungan itu dapat terus berlanjut.

“Namun tentu saja kami tidak akan menerima dan tidak akan menoleransi situasi di mana kami dan Greenland diancam dengan cara seperti ini,” ujarnya. “Greenland telah dengan sangat jelas menyatakan bahwa mereka ingin menentukan masa depannya sendiri. Masa depan itu tidak boleh ditentukan oleh pihak lain.”

(bbn)

No more pages