“Tidak ada dampak yang signifikan atas informasi ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan,” ujar managemen ADRO dalam keterangannya, dikutip Senin (5/1/2026).
Pada perdagangan saham perdana tahun ini, Jumat (2/1/2026), saham ADRO ditutup menguat 0,55% ke level Rp1.820/saham dengan total frekuensi transaksi tercatat sebanyak 18.641 kali dengan volume perdagangan mencapai 589.730 saham dan nilai transaksi sebesar Rp107,3 miliar.
Sebelumnya, perseroan telah mengumumkan rencana pembagian dividen interim sebesar USD250 juta untuk tahun buku 2025. Keputusan pembagian dividen interim tersebut ditetapkan oleh direksi dan telah memperoleh persetujuan dewan komisaris pada 17 Desember 2025.
Pembagian dividen interim 2025 tersebut mempertimbangkan posisi keuangan perseroan per 30 September 2025, antara lain laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD301,58 juta, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar USD3,32 miliar, serta total ekuitas perseroan sebesar USD5,15 miliar.
Adapun jadwal lengkap pembagian dividen interim ADRO adalah sebagai berikut.
- Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 29 Desember 2025
- Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 30 Desember 2025
- Cum dividen di pasar tunai: 2 Januari 2026
- Ex dividen di pasar tunai: 5 Januari 2026
- Tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas dividen tunai: 2 Januari 2026 pukul 16.00 WIB
- Tanggal pembayaran dividen: 15 Januari 2026
(dhf)






























