Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Proyeksi Laju Inflasi RI 2,76% pada Desember 2025

Pramesti Regita Cindy
05 January 2026 10:35

Inflasi Oktober 0,28% lebih tinggi dari konsensus pasar (Diolah)
Inflasi Oktober 0,28% lebih tinggi dari konsensus pasar (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2025 akan mengalami kenaikan inflasi 2,76% secara tahunan atau year-on-year (yoy), dari bulan sebelumnya 2,72% (yoy) pada November 2025.

"Akibatnya, inflasi sepanjang 2025 diperkirakan melampaui inflasi tahun 2024, yakni 2,76% yoy pada 2025 versus 1,57% yoy pada 2024," ujar Chief Economist Permata Bank Josua Pardede dalam laporan yang dikutip Senin (5/1/2025).

Josua menyebutkan, inflasi Desember 2025 diproyeksi 0,48% secara bulanan atau month-to-month (mtm), lebih tinggi dari 0,17% pada November 2025. Menurut dia, hal ini sejalan dengan pola musiman permintaan yang lebih kuat pada akhir tahun.


Secara bulanan, inflasi inti diperkirakan naik menjadi 0,28% mom dari 0,17% mom. Tak hanya itu, inflasi komponen bergejolak juga diperkirakan meningkat, mencerminkan tekanan permintaan musiman serta gangguan pasokan akibat bencana alam di Aceh dan Sumatera. Selain itu, dipengaruhi pula oleh kondisi cuaca ekstrem di beberapa pusat produksi, yang telah mempengaruhi pasokan makanan untuk komoditas tertentu. 

Namun, tekanan ini diperkirakan sebagian terimbangi oleh deflasi pada harga yang diatur, seiring dengan diskon tarif di berbagai moda transportasi selama periode liburan Natal dan Tahun Baru, termasuk diskon 20% untuk transportasi laut, 30% untuk kereta api, 13–14% untuk transportasi udara, dan diskon untuk layanan feri, serta diskon tarif jalan tol 10–20% di 26 ruas jalan tol.