Berdasarkan catatan Bulog, instansi pemerintah/GPM merupakan saluran tertinggi beras SPHP sebanyak 292 ribu ton kemudian diikuti pengecer sebanyak 162 ribu ton.
Sementara itu, pengadaan beras nasional hingga 31 Januari 2025 tercatat mencapai 3.191.969 ton. Pengadaan tersebut berasal dari penyerapan gabah kering panen (GKP) sebanyak 4.537.490 ton, gabah kering giling (GKG) sebanyak 6.863 ton, dan beras sebanyak 765.504 ton.
Selain beras, BULOG juga mencatat pengadaan jagung dalam negeri sebesar 101.968 ton, terdiri dari 101.770 ton melalui skema PSO dan 198 ton dari skema komersial.
Dari sisi cadangan, Ahmad Rizal menyebut hingga akhir 2025 stok PSO BULOG tercatat mencapai 3,25 juta ton, melanjutkan tren positif setelah sempat mencapai sekitar 4,2 juta ton pada pertengahan 2025.
(ell)

































