Logo Bloomberg Technoz

AS Sanksi Perusahaan China untuk Tekan Ekspor Minyak Venezuela

News
01 January 2026 08:00

Amerika Tetapkan Cartel Narkoba Maduro Sebagai Teroris Amerika Venezuela. (Diolah dari Berbagai Sumber)
Amerika Tetapkan Cartel Narkoba Maduro Sebagai Teroris Amerika Venezuela. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Kate Sullivan - Bloomberg News

Bloomberg, Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan kampanye tekanannya terhadap ekspor minyak Venezuela dengan menjatuhkan sanksi kepada sejumlah perusahaan yang berbasis di Hong Kong dan China daratan. AS menuduh perusahaan-perusahaan tersebut, beserta kapal tanker terkait, telah membantu Venezuela menghindari pembatasan perdagangan.

Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS pada Rabu (31/12) resmi memasukkan empat perusahaan ke dalam daftar hitam. Perusahaan tersebut adalah Corniola Ltd yang berbasis di Zhejiang, serta tiga perusahaan asal Hong Kong: Aries Global Investment Ltd, Krape Myrtle Co, dan Winky International Ltd. Selain itu, empat kapal yang terhubung dengan perusahaan tersebut—Della, Nord Star, Rosalind, dan Valiant—turut disanksi.


Amerika Serikat sebelumnya telah memiliki daftar kapal dan perusahaan yang dikenai sanksi karena keterkaitannya dengan perdagangan minyak Venezuela. Namun, penargetan perusahaan China yang berbisnis di negara tersebut tergolong jarang dan dipandang sebagai sinyal kepada Beijing agar tidak terlibat dalam konfrontasi antara pemerintahan Trump dan rezim Presiden Venezuela Nicolás Maduro. China merupakan pembeli terbesar minyak Venezuela, dengan ekspor minyak menyumbang sekitar 95 persen pendapatan negara tersebut.

"Kapal-kapal ini, yang beberapa di antaranya merupakan bagian dari armada bayangan (shadow fleet) Venezuela, terus menyediakan sumber daya finansial yang menyokong rezim narkoteroris Maduro yang tidak sah," tulis Departemen Keuangan dalam pernyataan resminya. “Rezim Maduro semakin bergantung pada armada bayangan kapal-kapal di berbagai belahan dunia untuk memfasilitasi aktivitas yang dapat dikenai sanksi, termasuk penghindaran sanksi, serta untuk menghasilkan pendapatan bagi operasi-operasi yang bersifat destabilisasi.”