Berdasarkan data dari Indonesia Anti-Scam Center (IASC), ada 700-800 laporan penipuan online setiap harinya di Tanah Air. Dia menilai angkanya jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Menurut Hilmi, korban penipuan pun bukan hanya masyarakat umum, tetapi banyak lembaga keuangan, bahkan banyak brand besar yang tercatat namanya.
Dia juga menyebut isu penipuan online ini tak hanya menjadi tantangan bagi satu platform saja, namun sebetulnya lintas platform.
“Saya ulangi, bahwa isu penipuan online ini tidak hanya menjadi tanggung jawab bagi satu platform saja, tapi menjadi isu bagi lintas platform, lintas industri, bahkan lintas generasi,” kata Hilmi.
TikTok Indonesia juga mengajak para kreator untuk dapat memberikan kesadaran terhadap isu penipuan online.
Dalam kampanye tersebut, platform medsos itu pun memperkenalkan metode 3C yaitu cek, cegah, dan cegat guna membantu masyarakat lebih memahami bagaimana mereka bisa terhindar dari modus-modus penipuan daring sampai mengenali ciri-ciri dari konten penipuan online supaya dapat lebih waspada serta terhindar dari resiko di dunia digital.
“Kami juga bangga menyampaikan bahwa sejak diluncurkan Oktober lalu, baru 2 bulan, Pusat Panduan #PikirDuaKali ini telah diakses lebih dari 37 juta kali oleh pengguna kami,” ujar Hilmi.
Sementara itu, TikTok Indonesia juga mengeklaim telah menghapus lebih dari 25 juta konten yang melanggar panduan komunitas pada Januari-Juli 2025.
Dari total tersebut, termasuk 420.000 video terkait judi online (judol), lebih dari 1,6 juta komentar yang mempromosikan perjudian, 232 ribu konten penipuan daring, hingga 180 ribu iklan berbayar dengan unsur penipuan.
“Untuk memastikan konten-konten yang ada di dalam platform kami, itu aman untuk dinikmati oleh pengguna,” kata Hilmi dalam kesempatan yang sama.
(far/naw)































