Pernyataan Trump disampaikan setelah ia berbicara dengan para pemimpin Eropa dalam sebuah pertemuan yang digelar Kanselir Jerman Friedrich Merz pada Senin, serta dihadiri Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Merz menyebut tawaran jaminan keamanan dari AS sebagai sesuatu yang “luar biasa” dan mengatakan tercapainya kesepakatan damai sebelum Natal kini “sepenuhnya bergantung pada pihak Rusia.”
“Sebuah kesepakatan telah dicapai bahwa gencatan senjata harus dijamin oleh jaminan keamanan hukum dan material yang substansial dari AS dan Eropa,” kata Merz usai pertemuan. “Ini merupakan kesepakatan yang benar-benar luas dan signifikan, yang sebelumnya belum pernah ada.”
Komentar tersebut mencerminkan penilaian yang relatif optimistis dari para pejabat senior yang hadir dalam perundingan di Berlin. Pejabat AS mengatakan pembahasan di tingkat kelompok kerja kemungkinan akan berlanjut akhir pekan ini di Amerika Serikat, kemungkinan di Miami, lokasi perundingan sebelumnya.
Pejabat keamanan tertinggi Ukraina, Rustem Umerov, menyebut adanya “kemajuan nyata” setelah Presiden Zelenskiy dan timnya menggelar hari kedua perundingan selama sekitar lima jam dengan pejabat AS yang dipimpin oleh utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu Presiden Trump.
Pada Senin malam, para pemimpin Eropa merilis sebuah deklarasi yang menguraikan kerangka kesepakatan, di mana pejabat Uni Eropa “berkomitmen” pada jaminan keamanan, termasuk pembentukan pasukan multinasional dari koalisi Eropa yang didukung AS untuk membantu mengamankan Ukraina, mekanisme pemantauan dan verifikasi gencatan senjata yang dipimpin AS, serta mempertahankan angkatan bersenjata Ukraina di masa damai sebanyak 800.000 personel — jauh di atas batas yang diinginkan Rusia.
Dokumen tersebut — yang ditandatangani antara lain oleh Jerman, Inggris, Polandia, dan Prancis — juga memuat “komitmen yang mengikat secara hukum” untuk membantu memulihkan perdamaian jika terjadi serangan di masa depan, serta investasi lanjutan guna membangun kembali negara yang porak-poranda akibat perang. Selain itu, dokumen tersebut menegaskan dukungan terhadap proses aksesi Ukraina ke Uni Eropa.
Seiring pemerintahan Trump berupaya menekan Ukraina, masih belum jelas apakah inisiatif baru AS ini mampu mengatasi hambatan yang telah menggagalkan putaran perundingan sebelumnya. Presiden Rusia Vladimir Putin tetap bertahan pada tuntutannya untuk menguasai wilayah yang luas, termasuk sebagian besar kawasan Donbas timur yang hingga kini belum berhasil sepenuhnya direbut pasukannya. Kyiv, yang diserang Rusia pada Februari 2022, menolak menyerahkan wilayahnya.
Pejabat AS tersebut mengatakan Trump tidak bermaksud menekan Ukraina, namun mengakui pihaknya telah menyampaikan sejumlah gagasan “yang memancing pemikiran” kepada Zelenskiy terkait wilayah. Rusia tidak dilibatkan dalam tahap perundingan ini, yang berlangsung setelah sebuah proposal pro-Rusia yang disusun Washington dan Moskow memicu kemarahan pejabat Ukraina dan Eropa.
Meski memuji kemajuan dalam jaminan keamanan, Zelenskiy menegaskan bahwa posisi Moskow dan Kyiv terkait wilayah masih sangat berjauhan. Ia mendesak AS untuk terus memediasi isu yang disebutnya “menyakitkan” tersebut. Presiden Ukraina itu juga mengatakan banyak unsur “destruktif” dalam draf awal rencana Witkoff telah dihapus.
“Kami terus berupaya memperjelas posisi kami,” kata Zelenskiy.
Amerika Serikat dan Ukraina juga membahas isu wilayah, dengan AS mendukung tuntutan Rusia agar Kyiv menarik diri dari sejumlah wilayah di kawasan Donetsk timur yang belum berhasil direbut Moskow sejak 2014, kata seorang sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.
Zelenskiy berulang kali menolak tuntutan itu dan, bersama sekutu Eropa, menegaskan bahwa gencatan senjata harus dilakukan di sepanjang garis kontak saat ini, ujar sumber tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan karena membahas isu sensitif.
Pada Minggu, Zelenskiy memberi sinyal bahwa Kyiv dapat mengendurkan tujuan jangka panjangnya untuk bergabung dengan NATO jika berhasil mencapai perjanjian keamanan bilateral dengan AS dan negara lain.
Umerov memuji Witkoff dan Kushner karena dinilai “bekerja sangat konstruktif” demi perdamaian, serta menyatakan Ukraina “sangat berterima kasih” kepada Trump.
Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, menyatakan Rusia kecil kemungkinan menerima perubahan yang diajukan Eropa dan Ukraina terhadap proposal yang dipimpin AS dan dinilai menguntungkan Moskow. Witkoff dan Kushner sebelumnya menggelar pembicaraan selama lima jam dengan Putin di Moskow pada 2 Desember.
“Jika amandemen yang relevan dilakukan, kami akan mengajukan keberatan yang sangat kuat,” kata Ushakov dalam pernyataan rekaman yang disiarkan televisi pemerintah pada Minggu. “Akan ada ketentuan yang sama sekali tidak dapat kami terima, termasuk terkait isu wilayah.”
Para menteri luar negeri Uni Eropa juga dijadwalkan membahas Ukraina dalam pertemuan mereka di Brussel pada Senin. Sementara itu, kepala baru badan intelijen luar negeri Inggris, MI6, menuduh Putin sengaja mengulur-ulur perundingan untuk mengakhiri perang.
“Kita semua terus menghadapi ancaman dari Rusia yang agresif, ekspansionis, dan revisionis,” ujar Blaise Metreweli dalam penampilan publik pertamanya sebagai kepala MI6. Ia menambahkan mengenai Putin: “Ia mengulur-ulur perundingan dan mengalihkan beban perang kepada rakyatnya sendiri.”
(bbn)





























