Logo Bloomberg Technoz

Putin Desak Produsen Migas Manfaatkan Harga Tinggi, Kurangi Utang

News
12 March 2026 17:30

Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, Kamis (19/6/2025). (Youtube Setpres)
Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, Kamis (19/6/2025). (Youtube Setpres)

Bloomberg News

Bloomberg, Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak produsen minyak dan gas negara tersebut untuk memanfaatkan harga komoditas yang meroket tajam guna mengurangi utang mereka. Pasalnya, lonjakan harga tersebut bersifat sementara.

Karena Selat Hormuz "secara efektif tertutup" di tengah konflik Timur Tengah, produksi minyak yang bergantung pada jalur tersebut "berisiko berhenti sepenuhnya" dalam waktu satu bulan, kata Putin dalam pertemuan dengan pejabat pemerintah dan eksekutif energi.


Pemulihan kapasitas gas alam cair di wilayah tersebut akan memakan waktu "beberapa minggu, jika tidak sebulan," dan "tidak mungkin untuk segera mengganti volume yang hilang," imbuhnya. 

Rusia "harus memahami bahwa harga komoditas yang tinggi saat ini tentu saja bersifat sementara" dan harus bertindak berdasarkan hal itu, kata Putin. "Perubahan keseimbangan pasokan dan permintaan hidrokarbon tentu akan mengarah pada realitas harga stabil yang baru. Hal itu pasti akan terjadi, jadi penting bagi perusahaan energi Rusia untuk memanfaatkan momen saat ini, termasuk dengan menggunakan pendapatan ekspor tambahan untuk mengurangi beban utang mereka" kepada bank-bank Rusia.