Milla menambahkan, propylene merupakan bahan baku utama dalam industri plastik, tekstil, dan berbagai produk kimia lainnya. Dengan meningkatnya permintaan domestik, produksi propylene menjadi langkah krusial dalam mendukung ketahanan industri nasional.
Propylene yang diproduksi di unit RFCC RDMP Balikpapan nantinya akan menjadi bahan baku di kilang Polytama yang ada di daerah Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Adapun Proyek Polytama dijalankan oleh PT Polytama Propindo, salah satu perusahaan yang berafiliasi dengan KPI. Proyek ini fokus pada produksi polypropylene (PP), salah satu jenis plastik termoplastik yang paling banyak digunakan di dunia.
Bahan plastik ini banyak digunakan dalam kemasan makanan, alat rumah tangga, otomotif, dan konstruksi. Dengan memproduksi propylene secara mandiri, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat kemandirian industri nasional.
“Penambahan produksi ini tentunya akan membantu mengurangi impor produk petrokimia yang memang masih cukup besar,” tutup Milla.
(tim)































