Bursa Asia Berpeluang Menguat, Abaikan Pelemahan Wall Street
News
02 December 2025 06:35

Richard Henderson - Bloomberg News
Bloomberg, Saham-saham Asia diperkirakan akan menguat pada awal perdagangan Selasa (2/12), mengabaikan sentimen risk-off yang semalam menekan Wall Street. Yen bergerak stabil setelah spekulasi soal kemungkinan kenaikan suku bunga Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) mengguncang pasar global.
Kontrak berjangka indeks saham Jepang naik, mengindikasikan bahwa sebagian kerugian pada Senin akan berbalik pulih. Kontrak Australia turut menguat, sementara kontrak Hong Kong menanjak setelah indeks saham China yang tercatat di AS naik. Indeks S&P 500 turun 0,5% pada Senin dan Nasdaq 100 melemah 0,4%.
Yen diperdagangkan di kisaran 155 per dolar setelah mencatat penguatan harian terbaik dalam sepekan, seiring lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang. Gubernur BoJ Kazuo Ueda memberikan sinyal paling jelas bahwa dewan bank sentral mungkin segera menaikkan suku bunga, membuka peluang terjadinya kenaikan pada pertemuan Desember.
Obligasi pemerintah AS (Treasury) melemah di seluruh tenor, mendorong imbal hasil 10 tahun naik tujuh basis poin menjadi sekitar 4,1%. Dolar bergerak fluktuatif. Imbal hasil obligasi 10 tahun Australia juga naik pada awal perdagangan.



























