“Nah, ini yang jadi tantangan. Harus kita ambilkan dari mana untuk memasok ke wilayah-wilayah seperti Padang Sidempuan seperti itu. Besok kami akan ke sana,” kata Laode.
Dia mengatakan kementeriannya telah menyiapkan sejumlah langkah alternatif penyaluran BBM di wilayah terdampak banjir, salah satunya melalui drum minyak hingga titik pengiriman dan dilanjutkan oleh tim di lapangan.
“Itu bakal kayak gitu, diperbanyak nanti,” tuturnya.
Adapun, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap alasan listrik dan air masih terhambat di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah usai dihantam banjir bandang dan tanah longsor pekan lalu.
Bencana alam tersebut kabarnya turut merusak dan merobohkan gardu-gardu listrik milik PLN. Padamnya listrik kemudian membuat air juga masih belum mengalir dan internet masih belum aktif.
Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto mengatakan telah mendapat informasi dari Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo tentang rencana pemasangan gardu-gardu tegangan rendah untuk menjadi solusi sementara ketersediaan listrik di Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Satgas gabungan pun masih berupaya memperbaiki akses darat menuju kedua daerah yang terisolasi beberapa hari terakhir.
"Jadi memang banyak tower, gardu-gardu besar itu yang ambruk. Sehingga langkahnya Tapanuli Tengah dan Sibolga itu nanti menggunakan frekuensi rendah," kata dia dikutip, Senin (1/12/2025).
"Artinya nanti kalau gardu-gardu rendah, frekuensi rendah itu sudah terpasang ya itu sudah normal. Sekarang masih pakai genset."
(azr/naw)































