Logo Bloomberg Technoz

“Berkat perencanaan matang dan koordinasi yang kuat, pekerjaan selesai dalam 24 jam dan operasional kami dijaga tetap stabil,”

Dengan selesainya seluruh persyaratan wajib dari EASA, operasional penerbangan AirAsia kini telah kembali normal. AirAsia terus memonitor perkembangan dan memastikan kenyamanan serta keselamatan seluruh tamu.

Sementara itu, AirAsia Indonesia menyatakan bahwa selama gangguan terjadi, tidak terdapat pembatalan maupun delay dari pesawat AirAsia. Di Indonesia sendiri, AirAsia mengoperasikan sekitar 28 armada A320. 

Sebelumnya, Airbus mengumumkan adanya gangguan dengan potensi dari 6.000 pesawat terdampak, lebih dari separuh armada A320 global dengan risiko tertentu korupsi data komputer yang membantu menjaga kendali penerbangan.

Pesawat yang membutuhkan perbaikan harus mengembalikan perangkat lunak ke versi sebelumnya, dengan proses unggah data yang hanya memerlukan 2 hingga 3 jam. Namun sekitar 1.000 pesawat lama memerlukan peningkatan perangkat keras dan harus berhenti beroperasi selama perawatan, menurut sumber yang memahami prosedur tersebut.

Maskapai diwajibkan menyelesaikan perbaikan sebelum penerbangan reguler berikutnya, menempatkan operator dalam tekanan besar untuk bertindak cepat dan menghindari kemacetan operasional.

Beberapa maskapai sempat membatalkan penerbangan hingga menghentikan penjualan tiket. Avianca SA di Kolombia mengatakan lebih dari 70% armadanya terpengaruh dan menghentikan penjualan tiket hingga 8 Desember. ANA Holdings Inc. dari Jepang membatalkan 95 penerbangan pada Sabtu, berdampak pada sekitar 13.200 penumpang.

(ell)

No more pages