Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg menghasilkan median proyeksi pertumbuhan impor -1,64% yoy. Kontraksi, pertumbuhan negatif. Jika terwujud, maka akan jauh memburuk ketimbang September yang tumbuh 7,17% yoy.

Faisal Rachman, Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI), menyebut kontraksi impor disebabkan oleh tingginya realisasi setahun lalu. Pada Oktober 2024, impor melonjak 17,49% yoy mencapai US$ 21,94 miliar.

No more pages