BI Mantapkan Akselerasi Ekonomi Digital Nasional 2030

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indonesia memasuki fase baru transformasi sistem pembayaran, dan PTBI 2025 menegaskan arah kecepatan yang akan ditempuh Bank Indonesia (BI) hingga 2030.
Digitalisasi bukan lagi sekadar program tambahan, melainkan mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional serta sebagai salah satu pilar terpenting dalam bauran kebijakan BI.
Indonesia hari ini merupakan salah satu negara dengan ekspansi ekonomi digital tercepat di dunia, ditopang oleh infrastruktur pembayaran yang semakin modern dan inklusif. Transformasi sistem pembayaran yang dijalankan BI sejak 2019 melalui QRIS, BI-FAST, dan digitalisasi keuangan daerah kini berdampak nyata pada aktivitas ekonomi masyarakat. "Digitalisasi sistem pembayaran akan terus kami akselerasi, sesuai arah Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, mulai dari QRIS, digitalisasi bansos, transaksi keuangan masyarakat, hingga sistem pembayaran antarnegara," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Laju digitalisasi terlihat dari data transaksi elektronik nasional yang bertumbuh pesat. Per Oktober 2025, volume transaksi pembayaran digital tembus 4,45 miliar transaksi, tumbuh sebesar 31,20% secara tahunan. Pada periode yang sama, pengguna QRIS telah mencapai 58 juta, ditopang penetrasi UMKM yang semakin masif. Tahun depan, pengguna QRIS diprediksi menembus 60 juta, dengan 45 juta di antaranya adalah UMKM. Hampir semua transaksi ritel kini berpindah ke kanal digital. Lonjakan ini membuktikan bahwa digitalisasi bukan hanya mempermudah, tetapi memperluas daya dorong ekonomi masyarakat.
BI juga terus lakukan perluasan konektivitas pembayaran hingga lintas negara. Kerja sama cross-border QRIS telah berjalan dengan ASEAN, Jepang dan China. Saat ini, BI tengah merintis kerja sama dengan Korea Selatan, India, dan Arab Saudi.





























