Beras impor sebanyak 250 ton digagalkan Mentan Amran Sulaiman yang masuk melalui Free Trade Zone Pelabuhan Sabang. Beras asal Thailand tersebut disegel dan dilarang untuk diedarkan ke masyarakat.
"Kita tidak pernah ada izin impor beras itu," kata Zulkifli Hasan saat ditemui wartawan, Rabu (26/11/2025).
Zulhas bahkan mengklaim menerima laporan mengenai beras masuk ke Indonesia bukan dari internal kantornya, seraya menyebut menerima informasi 'dari luar'.
"Saya dapet laporan beras itu tanggal 13 (November) tapi bukan dari sini, dapet informasi dari luar bahwa akan ada beras masuk ke Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mendesak pemerintah pusat melepaskan 250 ton beras asal Thailand yang disita.
Gubernur dengan nama sapaan Mualem itu mengingatkan beras tersebut adalah untuk masyarakat sekitar Sabang, yang mengalami kesulitan daya beli karena beras yang mahal di wilayahnya.
"Gubernur mengharapkan Mentan untuk segera melakukan uji lab terhadap beras 250 ton tersebut, sesuai mekanisme perundang-undangan dan segera dilepaskan kepada masyarakat kawasan Sabang," tulis pernyataan Gubernur Aceh, melalui Juru Bicara Muhammad MTA, dalam keterangannya, Rabu (26/11/2025).
Muzakir menegaskan bahwa keputusan memasukkan beras dari luar merupakan salah satu kebijakan transisi strategis yang berpihak kepada masyarakat setempat. Hal ini sendiri atas keistimewaan yang dimiliki Sabang sebagai kawasan bebas.
"Salah satu hal yang dihadapi oleh pemerintah kota Sabang adalah tingginya harga beras apabila membawa dari daratan, sehingga memberatkan masyarakat di tengah kondisi ekonomi seperti saat ini," kata Muhammad menegaskan.
(ain)





























