Logo Bloomberg Technoz

Kedutaan Besar AS di Jepang belum menjawab pertanyaan yang meminta konfirmasi atas laporan ini.

Juru bicara utama Jepang sebelumnya mengatakan bahwa dia tidak akan mengungkap detail lebih lanjut tentang percakapan telepon, yang berlangsung pada Selasa (25/11/2025) itu.

"Saya tidak bisa berkomentar lebih lanjut mengenai pertukaran informasi terkait kebijakan luar negeri," ujar Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara dalam konferensi pers rutin pada Kamis, saat ditanya apakah laporan WSJ tersebut benar.

Dalam percakapan telepon antara Trump dan Takaichi pekan ini, "kedua pemimpin mengonfirmasi kerja sama yang erat antara AS dan Jepang."

Kihara menegaskan kembali bahwa selama bertelepon, Trump menyebut Takaichi sebagai teman dekatnya dan dia bisa menghubunginya kapan saja. Sebelumnya, Takaichi mengatakan Trump membahas percakapan teleponnya dengan Presiden China Xi Jinping, yang dilakukan sebelum menelepon Takaichi, tanpa merinci isi pembicaraan tersebut.

Takaichi belum menarik pernyataan pada 7 November yang mengaitkan keamanan Jepang dengan situasi darurat di Taiwan kasus pertama yang melibatkan PM Jepang—yang sedang menjabat. Saat itu, dia mengatakan serangan terhadap Taiwan bisa dianggap sebagai "situasi yang mengancam kelangsungan hidup" Jepang.

Klasifikasi tersebut penting karena akan memberi Jepang dasar hukum untuk mengerahkan militernya guna membantu mempertahankan negara-negara sekutu seperti AS, sekutu keamanan terpentingnya. Namun, perselisihan saat ini akan mempersulit AS untuk mempertahankan gencatan dagang dengan Beijing.

Pada Rabu, Takaichi mengatakan dia tidak bermaksud membahas Taiwan secara spesifik dan menegaskan kembali posisi Jepang dalam menanggapi situasi darurat regional—yaitu, untuk setiap insiden spesifik, Jepang akan membuat penilaian dengan mempertimbangkan semua informasi yang relevan. China terus menuntut Takaichi untuk menarik pernyataan awalnya mengenai Taiwan. 

Sementara itu, dampak perselisihan ini semakin terasa karena China terus melancarkan serangkaian kritik dan menerapkan tindakan balasan. Beijing memperingatkan warganya agar tidak mengunjungi Jepang, menangguhkan impor makanan laut, dan menunda izin penayangan film-film Negeri Matahari itu.

Kyodo News melaporkan tamu terdaftar dari Jepang dan wartawan media Jepang akan dilarang masuk ke pameran udara yang akan digelar akhir pekan ini di Provinsi Guangdong, China selatan.

(bbn)

No more pages