Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, kata Ega, Pertamina turut menebalkan stok Pertamax Turbo (RON 98) dengan menambah pasokan dari kilang Cilacap dan Balongan serta melakukan impor. Akan tetapi, dia tak mengungkapkan tambahan volume BBM jenis ini.

“Pertamax Turbo ada tambahan impor, tetapi juga ada tambahan produksi dari kilang, dari kilang Cilacap dan kilang Balongan,” tegas dia.

Dalam kaitan itu, Ega menyatakan saat ini stok BBM nasional tercatat cukup untuk 20,2 hari dan diklaim akan terus ditingkatkan dengan menambah produksi dari kilang dan mendatangkan tambahan impor.

“Selain itu kami juga memastikan armada mobil tangki. Setelah dari depo kami akan menambah kurang lebih 346 mobil tangki yang akan kita tambahkan untuk memperkuat atau mempercepat penyaluran distribusi dari terminal ke SPBU-SPBU,” ucap dia.

Di sisi lain, Ega menyiapkan mobil tangki untuk bersiap mengangkut dan mengisi BBM di sejumlah lokasi yang jauh dari terminal BBM Pertamina. Dia juga akan mengoperasikan terminal BBM hingga akhir pekan.

“Kalau satgasnya dari Pertamina sudah berjalan saat ini, namun nanti sekitar tanggal 15 [Desember], ada beberapa SPBU, kurang lebih 1.800 SPBU yang akan kita buka 24 jam sehingga nanti layanannya akan lebih luas lagi, akan lebih lama lagi kepada masyarakat,” ujar dia.

Sesuai Kuota

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman menyatakan tambahan impor Pertalite tersebut sedang diusulkan Pertamina melalui Sistem Nasional Neraca Komoditas (Sinas NK).

Dia memastikan penambahan impor tersebut tidak akan membuat jebol kuota BBM bersubsidi Pertalite, sebab hingga kini realisasi penyalurannya masih berada dibawah kuota yang ditetapkan sebesar 31,2 juta kl.

“Sesuai, sesuai dengan kuotanya yang sudah diusulkan,” kata Laode ditemui di kompleks parlemen.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyatakan perusahaan telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Nataru 2025 pada 13 November 2025.

Simon menjelaskan Satgas Nataru sudah menggelar rapat kesiapan stok BBM nasional untuk memastikan kebutuhan energi terjaga pada momen libur panjang tersebut.

“Kami biasanya mengaktifkan Satgas Natal dan Tahun Baru itu pada awal-awal Desember, tetapi kali ini kami sudah mengaktifkan lebih cepat, jadi Satgas Nataru itu sudah mulai aktif dari 13 November dan kami pagi tadi sudah mulai rapat kesiapan stok nasional. Dengan demikian akan selalu kami update setiap hari,” ucap Simon beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Pertamina melaporkan penyaluran BBM subsidi Pertalite hingga Oktober 2025 berada 10% dibawah kuota 2025 sebesar 31,2 juta kl, sementara solar subsidi dilaporkan terealisasi 1,5% di  bawah kuota 2025 sebesar 18,8 juta kl.

Pertamina mengklaim penyaluran BBM tersebut masih berada dibawah kuota sebab pembeliannya harus dilakukan melalui QR code yang terdaftar di Pertamina.

Secara umum, Pertamina Patra Niaga sepanjang Januari hingga Oktober 2025 telah menjual sebanyak 87 juta kl bensin dan 41% diantara merupakan BBM nonsubsidi.

(azr/wdh)

No more pages