Risalah rapat The Fed pada Oktober menunjukkan banyak pejabat lebih memilih mempertahankan suku bunga hingga tahun 2025. Namun, "beberapa anggota [FOMC]" mengatakan pemotongan biaya pinjaman masih mungkin terjadi saat The Fed bertemu pada 9-10 Desember.
Data yang dirilis Kamis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja menunjukkan perusahaan menambah 119.000 lapangan kerja pada September dan tingkat pengangguran sedikit naik menjadi 4,4%. Laporan lapangan kerja, yang tertunda akibat penutupan pemerintah, merupakan laporan terakhir yang akan diterima pejabat The Fed sebelum mereka berkumpul bulan depan.
Ditanya mengenai data-data tersebut dalam wawancara dengan CNBC, Hammack menjelaskan laporan tersebut "beragam," tetapi sudah usang karena tertunda, dan kembali menekankan risiko inflasi yang tinggi.
"Kami melihat beberapa tanda pelemahan pasar tenaga kerja, tetapi kami masih melihat tanda-tanda inflasi yang tinggi, sehingga kami harus menyeimbangkan kedua hal tersebut saat mempertimbangkan mandat ganda kami," ujarnya.
Hammack sebelumnya menyakini para pejabat harus terus menekan inflasi agar kembali ke target 2% bank sentral. Dia mengaku tidak mendukung penurunan suku bunga pada Oktober dan melihat sedikit alasan untuk memotong suku bunga pada Desember.
(bbn)































