Logo Bloomberg Technoz

Gubernur The Fed New York secara historis selalu sejalan dengan Gubernur The Fed. Powell, yang terakhir berbicara dalam konferensi pers setelah keputusan The Fed pada 29 Oktober, tidak dijadwalkan berbicara di depan umum lagi sebelum pertemuan mendatang.

"Setidaknya, intervensi Williams menandakan bahwa pimpinan The Fed belum menyerah untuk memangkas suku bunga," ujar ekonom Evercore ISI yang dipimpin oleh Krishna Guha dalam catatan. "Namun, kami pikir wajar—meski tidak pasti—untuk menafsirkannya lebih dari itu."

Setelah pemangkasan suku bunga kedua berturut-turut pada Oktober, sejumlah pejabat menyuarakan penolakan terhadap, atau ketidakpastian atas, dukungan terhadap pemotongan ketiga pada Desember. Dua pembuat kebijakan melanjutkan tren tersebut pada Jumat.

"Karena suku bunga sudah dipotong dua kali, saya akan kesulitan memotong suku bunga lagi pada Desember, kecuali ada bukti jelas bahwa inflasi akan turun lebih cepat dari perkiraan atau pasar tenaga kerja akan mendingin lebih cepat," kata Gubernur The Fed Dallas, Lorie Logan dalam acara di Zurich. 

Dalam siniar Odd Lots Bloomberg yang direkam pada Rabu dan dirilis Jumat, Gubernur The Fed Boston, Susan Collins mengisyaratkan bahwa mempertahankan suku bunga akan "tepat untuk saat ini." Kepada CNBC, Jumat, dia mengulang pernyataannya bahwa rilis data pasar tenaga kerja September pekan ini tidak mengubah pandangannya secara signifikan.

Trader kini melihat peluang pemangkasan suku bunga bulan depan lebih besar daripada sebelumnya.

"Penilaian saya, risiko penurunan terhadap lapangan kerja telah meningkat seiring mendinginnya pasar tenaga kerja, sedangkan risiko kenaikan inflasi telah sedikit berkurang," kata Williams dalam pidatonya. "Inflasi inti terus menurun, tanpa adanya bukti efek lanjutan yang berasal dari tarif."

Gubernur The Fed New York itu menyatakan tarif perdagangan mungkin berkontribusi sekitar setengah hingga tiga perempat poin persentase terhadap tingkat inflasi saat ini. Meski begitu, dia tidak melihat tarif memicu dampak lanjutan atau efek spillover lainnya terhadap harga.

Menurut indeks Universitas Michigan yang dirilis Jumat, sentimen konsumen turun pada November ke salah satu level terendah yang pernah tercatat karena pandangan warga Amerika terhadap keuangan pribadi mereka memburuk. Laporan ini menunjukkan konsumen masih mencemaskan biaya hidup yang tinggi dan kepastian kerja.

Indeks harga konsumen naik 3% sepanjang tahun hingga September, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan beberapa pejabat.

Meski Williams mengatakan bank sentral harus mengembalikan inflasi ke target 2%, hal itu harus dilakukan tanpa menimbulkan tekanan yang lebih dalam pada pasar tenaga kerja.

"Ke depannya, sangat penting untuk mengembalikan inflasi ke target jangka panjang 2% secara berkelanjutan. Sama pentingnya, hal ini harus dilakukan tanpa menciptakan risiko yang berlebihan terhadap target lapangan kerja maksimum kami," tuturnya.

Gubernur The Fed New York ini menambahkan bahwa tarif akan terus mengerek harga hingga tahun depan, tetapi dia memperkirakan inflasi akan kembali ke jalur menuju 2% pada 2027.

Dalam sesi tanya jawab setelah berpidato, Williams memperkirakan kebijakan fiskal akan mendorong pertumbuhan tahun depan. Namun, dia memperingatkan adanya tekanan berlawanan dari kebijakan imigrasi dan tarif, dan pertumbuhan mungkin akan di sekitar tingkat trennya.

"Keseimbangannya tidak terlalu condong ke satu sisi atau sisi lain," tukasnya.

(bbn)

No more pages