Perlambatan laju harga emas disebabkan oleh pudarnya harapan penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve dalam rapat September. Mengutip CME FedWatch, peluang penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) pada rapat Desember tinggal 39,1%. Sementara kemungkinan suku bunga acuan ditahan mencapai 60,9%.
Kabar terbaru yang menambah pesimisme pasar adalah data ketenagakerjaan. Malam tadi waktu Indonesia, US Bureau of Labor Statistics akhirnya merilis data ketenagakerjaan periode September, yang tertunda lebih dari sebulan gara-gara government shutdown.
Pada September, perekonomian AS menciptakan 119.000 lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll). Jauh membaik ketimbang Agustus yang turun 4.000 dan lebih tinggi ketimbang konsensus pasar yakni 50.000.
Penciptaan 119.000 non-farm payroll menjadi yang tertinggi dalam lima bulan terakhir.
Data ini menggambarkan bahwa pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam mulai pulih. Pelemahan mungkin tidak sedalam yang diperkirakan.
Akibatnya, pasar berpandangan mungkin stimulus moneter lebih lanjut belum diperlukan. Penurunan suku bunga acuan masih bisa ditunda untuk kesempatan-kesempatan berikutnya.
“Pasar sudah berpikir bahwa penurunan suku bunga acuan pada Desember masih jauh dari pasti. Data ketenagakerjaan memberi konfirmasi akan hal tersebut,” tutur Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Jumat (21/11/2025)? Apakah akan ada kenaikan empat hari beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas merangsek ke zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 53.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.
Sedangkan indikator Stochastic RSI ada di 40, Menghuni area jual (short) yang lumayan kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya masih akan bergerak sideways. Dinamika harga sepertinya tidak akan terlampau signifikan, relatif tipis saja.
Target resisten harga emas rasanya akan berada di kisaran US$ 4.105-4.115/troy ons. Resisten terkuat ada di US$ 4.186/troy ons.
Sementara target support kemungkinan di rentang US$ 4.076-4.049/troy ons. Support terkuat adalah US$ 3.971/troy ons.
(aji)



























