Logo Bloomberg Technoz

Tim keamanan nasional Trump telah berkomunikasi dengan pejabat Rusia dan Ukraina, dan sang presiden mendukung rencana tersebut, kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan pada Kamis sore.

“Saya tidak akan membahas detail rencana ini karena masih berjalan dan dapat berubah, tetapi Presiden mendukung rencana ini,” katanya. “Ini adalah rencana yang baik bagi Rusia dan Ukraina dan kami percaya seharusnya dapat diterima oleh kedua pihak.”

Zelenskiy menerima sinyal dari AS bahwa ia sebaiknya menerima kesepakatan yang dirumuskan bersama Moskow, kata seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut. Proposal itu mencakup tuntutan agar Ukraina menyerahkan wilayah di Donbas kepada Kremlin, mencabut sanksi terhadap Rusia, serta menghentikan investigasi kejahatan perang, menurut sumber tersebut.

Ukraina juga harus menerima pembatasan ukuran militernya, kata sumber itu. Hal tersebut akan membuat Ukraina rentan terhadap serangan baru jika diperintahkan Putin, yang sebelumnya pernah mendukung perjanjian damai dengan Kyiv terkait Ukraina timur sebelum memulai invasi 2022.

Para diplomat Eropa menyampaikan skeptisisme terhadap prospek kesepakatan, dengan mengingatkan bahwa Putin memiliki rekam jejak berpura-pura menerima upaya diplomatik saat ia berada dalam tekanan. Kremlin saat ini berusaha mencegah sanksi AS terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia, Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC, yang dijadwalkan mulai berlaku pada Jumat, kata beberapa sumber.

Leavitt mengatakan bahwa melibatkan kedua pihak dalam perang adalah satu-satunya cara menemukan “solusi yang dapat disepakati.” Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah bertemu pejabat Ukraina dalam sepekan terakhir dan “bekerja diam-diam menyusun rencana” selama kurang lebih sebulan, katanya.

“Saya tahu ada banyak kritik dan keraguan, tetapi saya ingin mengingatkan kesuksesan historis yang dicapai Presiden ini dan timnya di Timur Tengah,” kata Leavitt, merujuk pada gencatan senjata yang ditengahi AS antara Israel dan Hamas pada Oktober. “Kami percaya hal itu mungkin terjadi juga untuk Rusia dan Ukraina, dan kami bekerja keras untuk mencapainya.”

Ketika Washington menekan Kyiv untuk mempertimbangkan perundingan, Putin menggelar pertemuan dengan staf militer senior di sebuah pos komando pada Kamis.

Kepala Staf Umum Valery Gerasimov mengatakan dalam tayangan televisi bahwa pasukan Rusia telah merebut sejumlah permukiman dan menguasai Kupyansk di wilayah Kharkiv bagian timur laut, serta menguasai sekitar 75% Pokrovsk. Militer Ukraina membantah klaim bahwa Kupyansk telah direbut Rusia, menyatakan wilayah itu masih berada di bawah kendali Ukraina. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Rencana mengakhiri perang itu dipromosikan oleh Witkoff dan perwakilan Kremlin Kirill Dmitriev. Sekretaris Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, bertemu Witkoff awal pekan ini di Miami dan menerima penjelasan tentang proposal yang dinilai lebih menguntungkan Rusia, kata seorang sumber.

Witkoff telah bekerja diam-diam merumuskan rencana tersebut selama sebulan, dengan masukan dari Ukraina dan Rusia mengenai syarat-syarat yang dapat diterima kedua pihak untuk mengakhiri perang, dan kedua belah pihak harus bersedia membuat konsesi, kata seorang pejabat senior AS.

Tangan Kanan

Zelenskiy menghadapi tekanan AS untuk membuat konsesi demi menghentikan perang, bersamaan dengan upayanya meredam kemarahan publik terkait skandal korupsi. Penyelidik anti-korupsi mengaitkan mantan mitra bisnisnya dengan upaya penggelapan hingga US$100 juta, yang telah memaksa dua menteri mundur.

Sebagian anggota partainya mendesak Zelenskiy mengganti Kepala Staf Andriy Yermak, tangan kanan yang berperan langsung dalam penunjukan pejabat tinggi dan strategi perang, kata seorang sumber. Jika Zelenskiy tak memberhentikannya, ia berisiko menghadapi krisis parlemen.

Yermak, yang kerap mendampingi Zelenskiy dalam kunjungan luar negeri berisiko tinggi, telah mengumpulkan pengaruh besar di pemerintahan. Tahun lalu Zelenskiy menepis kritik, menyebut Yermak sebagai “manajer yang kuat.”

Dua lembaga anti-korupsi independen Ukraina pekan lalu merilis hasil penyelidikan 15 bulan mengenai dugaan pencucian uang di sektor energi. Skema tersebut melibatkan suap dari kontraktor yang membangun pertahanan bagi fasilitas nuklir Ukraina dari serangan udara Rusia, menurut penyelidik.

Lembaga-lembaga itu memiliki rekaman yang belum dirilis soal percakapan para tersangka mengenai berbagai skema korupsi, dan pejabat di Kyiv kini menunggu siapa lagi yang mungkin terseret dalam kasus ini.

Kontroversi ini muncul ketika warga Ukraina mengalami pemadaman listrik berkepanjangan akibat serangan misil dan drone Rusia yang menargetkan infrastruktur energi menjelang musim dingin.

Pada Juli, Zelenskiy sempat mencoba mengambil alih kendali lembaga anti-korupsi, sebelum mengurungkan niatnya setelah menghadapi protes terbesar sejak perang dimulai serta kritik dari para sekutu internasional.

Dalam wawancara dengan Bloomberg TV pada 13 November, Zelenskiy mengatakan ia sepenuhnya mendukung penyelidikan tersebut. “Yang terpenting adalah hukuman bagi mereka yang bersalah,” katanya. “Presiden dari negara yang sedang berperang tidak boleh memiliki teman.”

(bbn)

No more pages