“Dan hari ini, bisa kami sampaikan, dari mulai dipasarkan, realisasi penjualan Pertamax Green 95 itu sudah di atas 200% dari saat pertama kali diluncurkan.”
Belum lama ini, Direktur Utama PPN Mars Ega Legowo melaporkan Pertamax Green 95 telah tersedia di 168 jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) perseroan, dengan pertumbuhan penjualan tahun ini sebesar 80% dibandingkan dengan 2024.
Adapun, 168 jaringan SPBU Pertamina yang menjual produk tersebut tersebar di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.
“Animo masyarakat cukup baik, sales growth sampai dengan saat ini kurang lebih 80% dibandingkan dengan 2024,” kata Ega dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR, Senin (17/11/2025).
Adapun, PPN menyatakan Pertamax Green 95 memanfaatkan tetes tebu atau molase yang dijadikan bioetanol standar bahan bakar (fuel grade) dari pemasok lokal di Mojokerto, Jawa Timur.
Sementara itu, konsumsi Pertamax Green 95 hingga awal November 2025 tercatat sekitar 100—110 kiloliter (kl) setiap bulannya.
Berdasarkan data di situs MyPertamina, per 1 September 2025 terdapat 163 jaringan SPBU milik Pertamina yang menjual BBM dengan campuran etanol 5% tersebut.
Dijelaskan juga bahwa, proyeksi penjualan Pertamax Green 95 untuk Pulau Jawa sekitar 96.000 kl dalam satu tahun.
Terkait dengan kebutuhan etanolnya, PPN mengkalkulasi bahwa Pertamax Green 95 membutuhkan sekitar 4.800—5.000 kl per tahun.
Saat ini, PPN telah bermitra dengan penyedia bioetanol yakni PT Enero yang merupakan anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang memiliki kapasitas produksi etanol sekitar 30.000 kl per tahun.
(wdh)
































