Logo Bloomberg Technoz

Rinciannya untuk deposito dolar Amerika Serikat (AS), bank Mandiri menerapkan suku bunga secara merata yakni 4% untuk tenor 1 sampai dengan 24 bulan baik jumlah deposito bernilai lebih dari US$100 ribu maupun lebih dari atau US$10 juta. 

Hal yang sama juga diterapkan oleh BTN, di mana mereka menetapkan suku bunga 4% secara merata untuk tenor deposito dolar AS. 

Sementara itu, BNI menetapkan suku bunga deposito valas di kisaran 0,20% baik untuk tenor 1 bulan maupun 24 bulan untuk jumlah deposito US$100 ribu maupun yang lebih dari US$100 ribu. Namun sebagai catatan, dalam website tersebut ditulis bahwa penerapan suku bunga ini berlaku efektif per 21 Oktober 2021. 

Untuk deposito valas BRI, mereka menerapkan tenor yang beragam. Sebagai contoh, untuk minimal deposito US$100, pada tenor 1-3 bulan BRI menawarkan suku bunga sebesar 1,75%. Namun untuk tenor 6 bulan berada dikisaran 2%. 

Sedangkan untuk tenor 12 dan 18 bulan, BRI menerapkan suku bunga sebesar 1,25%. Dan untuk tenor 24 dan 36 bulan sebesar 1%. 

Bunga Deposito Valas Naik Tak Berarti Likuiditas Minim

Sebelumnya, Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) mengklaim kondisi likuiditas valuta asing (valas) perbankan nasional masih sangat memadai, meski Himpunan Bank Negara (Himbara) menaikkan suku bunga deposito dolar AS hingga level 4% pada akhir September lalu.

Bahkan menurut CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi tidak terdapat indikasi pengetatan likuiditas dolar Amerika Serikat (AS) di dalam negeri.

Batara justru mengatakan rasio rasio pembiayaan terhadap deposito atau loan to deposit ratio (LDR) untuk valuta asing di industri perbankan berada di kisaran 63%, yang mencerminkan kecukupan likuiditas yang luas.

"Likuiditas perbankan untuk LDR untuk foreign currency itu masih memadai sekitar 63%. Jadi tidak ada, maksudnya kelangkaan dalam likuiditas valas," kata Batara dalam konferensi pers kinerja keuangan Citi Indonesia Kuartal III-2025, di Jakarta, dikutip Rabu (19/11/2025).

Lebih jauh, Batara menilai arah pergerakan suku bunga deposito dolar AS ke depan justru berpotensi menurun, seiring ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed).

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Citi lantas memproyeksikan pemotongan suku bunga The Fed pada Desember, Januari, dan Maret akan menurunkan biaya dana atau cost of fund dalam dolar AS, sehingga tekanan bagi bank untuk menawarkan bunga deposito USD tinggi juga berkurang.

"Untuk Citi view nanti akan terikat Desember, Januari dan Maret untuk Federal Reserve, iya mudah-mudahan juga ini akan impact kepada suku dana pihak ketiga untuk dolar," tuturnya.

(lav)

No more pages