Logo Bloomberg Technoz

Ke depan, prospek harga CPO sepertinya masih samar-samar. Sebab, sepertinya permintaan pada November akan cenderung terbatas.

“Sampai ada pengetahuan lebih lanjut mengenai permintaan pada November, yang mana sepertinya tidak terlalu bagus, maka ruang kenaikan harga CPO akan terbatas,” kata Paramalingam Supramaniam, Direktur Pelindung Bestari, seperti diberitakan Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana ‘ramalan’ harga CPO untuk hari ini, Kamis (20/11/2025)? Apakah akan terjadi kenaikan enam hari berturut-turut?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO masih tersangkut di zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 48.

RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI CPO belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.

Meski demikian, indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sudah sangat jenuh beli (overbought).

Untuk perdagangan hari ini, harga CPO rasanya berisiko turun. Maklum, harga sudah naik lima hari beruntun sehingga memunculkan risiko profit taking.

Cermati pivot point di MYR 4.179/ton. Dari sini, harga CPO kemungkinan akan menguji support MYR 4.168-4.148/ton.

Target paling pesimistis atau support terjauh adalah MYR 4.026/ton.

Sedangkan kalau harga CPO masih kuat menanjak, maka MYR 4.270/ton bisa menjadi resisten terdekat. Penembusan di titik ini bisa membawa harga CPO ke arah MYR 4.291-4.298/ton.

Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di MYR 4.377/ton.

(aji)

No more pages