Logo Bloomberg Technoz

Dari jumlah tersebut, 10 lapangan memiliki plan of development (PoD) dengan waktu kurang dari dua tahun, sementara 13 lainnya berpotensi dikembangkan dengan PoD lebih dari dua tahun.

Seluruh rencana tersebut, kata dia, disiapkan sebagai bagian dari strategi lima tahun untuk menjaga keberlanjutan produksi.

Emma juga menyatakan perseroan menyiapkan sejumlah intervensi khusus untuk meningkatkan produksi terutama pada sumur-sumur tua yang tingkat produksinya terus menurun.

Upaya ini dilakukan melalui penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) dan chemical enhanced oil recovery (CEOR), serta pengembangan minyak nonkonvensional (MNK) dan kegiatan eksplorasi.

“Dengan 16 proyek prioritas EOR dan CEOR yang akan onstream hingga 2030 antara lain CEOR lapangan Minas A dan C, Zulu Primary dan NDD, dan Krisna dan Rama,” ucap Emma.

Di sisi lain, perusahaan juga tengah menyiapkan sejumlah hal pendukung, seperti pengaturan hak konsesi, ketentuan fiskal, pembentukan entitas MNK, dan berbagai bentuk kemitraan.

Dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Pertamina, lanjut Emma, telah tercantum 134 sumur eksplorasi yang akan dikerjakan sepanjang 2026 hingga 2030. 

“Di lain pihak dari optimasi biaya juga sedang kita optimalkan untuk efisiensi dan efektivitas dari biaya dan optimalisasi dari lapangan migas yang marginal,” ujar Emma.

Temuan MNK

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysisus Mantiri menyatakan perseroan berhasil menemukan cadangan MNK di wilayah kerja (WK) Rokan dengan potensi cadangan sebesar 724 juta barel.

Simon menjelaskan Pertamina menggunakan teknologi dari Amerika Serikat (AS) untuk memaksimalkan agar pengeboran yang dilakukan bisa dilakukan hingga ke permukaan.

“Itu minyak non konvensional, tentu kita kerja sama dengan kemarin teknologi dari Amerika nanti untuk memaksimalkan bagaimana cara kita agar bisa mengekstrak sampai ke permukaan,” ucap Simon.

Sebagai informasi, Pertamina melalui subholding PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan produksi migas 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD) dengan perincian minyak sebesar 553 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas sebesar 2,83 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) hingga kuaral III-2025.

Selain itu, PHE juga merealisasikan pemboran eksploitasi sebanyak 661 sumur, kegiatan workover 969 sumur, kegiatan well service 28.507 sumur, survei seismik 2D sepanjang 109 kilometer (km), survei seismik 3D seluas 652 kilometer persegi (km2), serta eksplorasi sebanyak 15 sumur hingga akhir September 2025.

Selain itu, PHE turut mencatat penemuan potensi migas nonkonvensional di area Aman Trough K7A dan K7B serta penambahan cadangan P1 sebesar 149 juta barel setara minyak (MMBOE).

(azr/wdh)

No more pages