Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan perseroan belum mengimpor BBM hingga LPG dari AS. Rencana pembelian komoditas migas itu sebelumnya menjadi muatan perundingan dagang dengan pemerintah AS.

“Ini masih di Kementerian Perekonomian, kita semua masih dalam tahap pembicaraan juga. Itu belum dijalankan karena memang masih proses pembicaraan,” kata Simon kepada awak media di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Sekadar catatan, Indonesia diganjar tarif sebesar 19%, lebih rendah dari sebelum pemerintah berunding dengan AS, yakni sebesar 32%.

Salah satu kesepakatan yang diteken RI-AS yakni kebijakan impor minyak mentah, gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG), hingga BBM jenis bensin senilai total US$15 miliar.

Adapun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan impor komoditas migas tersebut mulai dilakukan tahun ini.

Airlangga menjelaskan hingga saat ini masih belum terdapat kontrak jual–beli migas yang diteken Indonesia dengan AS. Akan tetapi, dia tetap menargetkan realisasi pembelian sejumlah komoditas migas tersebut dilakukan pada sisa tahun ini.

“Nanti kita akan bahas sesudah perjanjian itu ditandatangani. Ditargetkan seperti itu [realisasi tahun ini],” kata Airlangga kepada awak media, di CEO Insight 2025, Selasa (4/11/2025).

Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan impor komoditas migas belakangan masih berasal dari Singapura, yang sebelumnya diharapkan dapat dialihkan ke AS akhir tahun ini.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menegaskan hingga kini belum terdapat tindak lanjut atas kesepakatan yang diteken RI-AS dalam negosiasi tarif tersebut.

“Belum, belum. Jadi kalau semua yang berhubungan dengan kesepakatan tarif itu sekarang masih on process,” kata Laode kepada awak media di Kementerian ESDM, Jumat (7/11/2025).

Untuk diketahui, impor migas Indonesia sepanjang 2024 mencapai US$36,27 miliar. Postur impor itu berasal dari pembelian minyak mentah sekitar US$10 miliar dan hasil migas sebesar US$25,92 miliar, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

Adapun, impor LPG Indonesia sepanjang 2024 mencapai 6,89 juta ton dengan nilai mencapai US$3,78 miliar. Porsi impor LPG dari Amerika Serikat mencapai 3,94 juta ton, dengan nilai impor US$2,03 miliar.

Selain AS, Indonesia mengimpor LPG dari Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Arab Saudi hingga Algeria.

Di sisi lain, kuota impor minyak mentah Indonesia dari AS terbilang kecil dibandingkan dengan realisasi impor sepanjang 2024. Indonesia mengimpor minyak mentah dari AS sekitar US$430,9 juta pada periode tersebut.

Sebagian besar impor minyak mentah Indonesia berasal dari  Arab Saudi, Angola, Nigeria hingga Autralia. Sementara itu, impor BBM kebanyakan berasal dari kilang di Singapura.

(azr/wdh)

No more pages