Logo Bloomberg Technoz

Ekspor CPO juga melesat dengan pertumbuhan 18,58% menjadi 1,69 juta ton. Stok pun melejit 16,55% menjadi 1,47 juta ton.

Stok CPO Malaysia naik delapan bulan beruntun dan kini berada di posisi tertinggi dalam 6,5 tahun terakhir. 

“Ada risiko produksi CPO Malaysia melampaui 20 juta ton tahun ini. Sementara produksi CPO Indonesia juga sejauh ini tumbuh dua digit,” tegas Anilkumar Bagani, Kepala Riset Sunvin Group. seperti diberitakan Bloomberg News.

Di sisi lain, sepertinya permintaan malah lesu. Sejumlah perusahaan kargo memperkirakan  ekspor produk minyak sawit Malaysia pada 1-10 November turun 9,5-12,3% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana proyeksi harga CPO untuk minggu ini? Apakah bisa naik lagi atau kembali terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), CPO masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 42. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Akan tetapi, indikator Stochastic RSI berada di 5. Sudah jauh di bawah 20, yang berarti sangat jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan pekan ini, harga CPO berpeluang naik lagi. Target resisten terdekat sepertinya akan ada di MYR 4.276/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka resisten lanjutan ada di MA-10 yakni MYR 4.363/ton.

Sementara itu, waspadai pivot point di MYR 4.116/ton. Dari sini, harga CPO berisiko menguji support MYR 4.102-4.069/ton.

Target paling pesimistis atau support terjauh adalah MYR 3.991/ton.

(aji)

No more pages