Dorongan yang sama itulah yang membuatnya berinvestasi di platform olahraga Koora Break yang berbasis di Arab Saudi tahun lalu, kata Ferdinand. Kesepakatan itu menjadi salah satu transaksi pertama oleh investor asing di industri olahraga Saudi sejak kerajaan kaya minyak tersebut mulai menggelontorkan dana besar untuk menarik turnamen global seperti Piala Dunia FIFA 2034 dan pemain terkenal seperti Cristiano Ronaldo.
“Semua orang mengatakan, apa yang kamu lakukan? Ini hanyalah tempat yang tumbuh sangat cepat. Kita sudah melihat semua investasi yang masuk, dalam bidang media, sepak bola, dan olahraga secara umum,” kata Ferdinand.
“Ini gila.”
Negara-negara Timur Tengah telah menggunakan kekayaan minyak mereka untuk membeli klub sepak bola mulai dari Liga Premier Inggris hingga Ligue 1 Prancis sebagai bagian dari upaya mendiversifikasi ekonomi mereka. Setelah Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, Arab Saudi kini bersiap menjadi negara kedua di kawasan tersebut yang menyelenggarakan turnamen sepak bola terbesar dunia.
Sementara itu, Ferdinand pindah awal tahun ini ke Dubai — pusat komersial Uni Emirat Arab — yang menarik gelombang warga asing berkat rezim pendapatan bebas pajak dan sinar matahari sepanjang tahun. Ketika ditanya apakah aturan pajak emirat memengaruhi keputusannya, Ferdinand mengatakan itu menjadi salah satu pertimbangan, namun bukan faktor pendorong utama.
“Saya rasa tidak mungkin saya duduk di sini dan mengatakan bahwa kebijakan atau pajak saja adalah alasan saya pindah,” kata Ferdinand.
“Keluarga selalu menjadi inti dari semua keputusan saya. Jadi sekali lagi, ini adalah sebuah petualangan.”
(smd/spt)






























