Logo Bloomberg Technoz

Belum jelas apakah mereka bisa meyakinkan banyak anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), mengingat sejumlah pembuat kebijakan masih lebih khawatir akan pelemahan pasar tenaga kerja.

Gubernur The Fed Minneapolis tersebut tidak memiliki hak suara dalam keputusan suku bunga tahun ini, tetapi ikut serta dalam musyawarah FOMC.

Neel Kashkari (Sumber: Bloomberg)

Pasar keuangan memperhatikan banyaknya pernyataan baru-baru ini dari para pejabat The Fed yang dikenal "hawk" inflasi. Investor mengurangi peluang pemangkasan suku bunga pada Desember menjadi sekitar 50%, berdasarkan kontrak berjangka dana federal. Sebelum pertemuan The Fed pada Oktober, peluang tersebut sekitar 100%.

Data Terbagi

Setelah keputusan September, ketika bank sentral memotong suku bunga untuk kali pertama tahun ini, Kashkari mengantisipasi dua pemotongan lagi pada 2025. Dia menyakini ekonomi melambat secara signifikan pada saat itu.

"Ada banyak berita tentang peminjam berpendapatan rendah—peminjam sub-prime, perusahaan sub-prime yang melayani pasar sub-prime—yang mengalami kesulitan, jadi sepertinya ada kantong-kantong pelemahan nyata di pasar tenaga kerja," ungkapnya. "Di sisi lain, banyak laba perusahaan baik-baik saja, dan banyak perusahaan optimistis terhadap 2026."

Kashkari tidak sendirian dalam keinginannya melihat lebih banyak data sebelum mengambil keputusan pada pertemuan terakhir The Fed tahun ini. Mary Daly, Gubernur The Fed San Francisco, juga mengungkap ketidakpastian, apa yang harus dilakukan pada pertemuan tersebut.

"Masih terlalu dini untuk mengatakan dengan pasti 'tidak ada pemotongan,' atau 'pasti ada pemotongan'," kata Daly dalam acara di Dublin, Kamis, seraya menambahkan bahwa arah perubahan kebijakan tampaknya "netral."

Namun, beberapa pejabat lain menyatakan preferensi untuk pertemuan terakhir tahun ini, dan semakin banyak pejabat yang mendesak agar mempertahankan suku bunga.

Kubu Hawkish

Susan Collins, yang memimpin The Fed Boston, pada Rabu menegaskan suku bunga harus tetap di level saat ini untuk "beberapa waktu" guna menyeimbangkan inflasi sebesar 3%, yang masih di atas target 2% The Fed, dan pelemahan lowongan pasar tenaga kerja. Dia menilai pertumbuhan yang masih kuat akan memperlambat atau menghambat kemajuan dalam menekan harga.

Pejabat lain yang sebelumnya lebih antusias terhadap pemotongan suku bunga, termasuk Austan Goolsbee dari The Fed Chicago, mengungkap pandangan serupa dalam beberapa pekan terakhir.

Mereka bergabung dengan kubu hawkish The Fed, yang mencakup Jeff Schmid dari The Fed Kansas City, Beth Hammack dari The Fed Cleveland, dan Lorie Logan dari The Fed Dallas, yang semuanya memperingatkan agar tidak memangkas suku bunga lagi.

Gubernur Federal Reserve Bank of Dallas Lorie Logan. (Dok: Bloomberg)

Sementara itu, anggota Dewan Gubernur Stephen Miran, Christopher Waller, dan Michelle Bowman mengusulkan pemotongan suku bunga. Miran, pejabat The Fed terbaru—yang ditunjuk Presiden Donald Trump awal tahun ini—menilai inflasi sudah lebih baik dari perkiraan, mendukung argumen untuk memangkas suku bunga.

Pejabat The Fed akan mendapat gambaran baru tentang kondisi ekonomi AS setelah lembaga-lembaga pemerintah mulai menerbitkan statistik resmi kembali usai shutdown berakhir. Namun, belum jelas berapa banyak data baru yang akan dirilis tepat waktu untuk pertemuan The Fed pada Desember.

(bbn)

No more pages