“Diantara deretan produk tersebut, PertaminaSAF merupakan terobosan besar kami. Bahan bakar pesawat terbang ini dibuat dari minyak jelantah yang ramah lingkungan, sehingga menjadikannya bahan bakar masa depan dalam dunia aviasi,” ungkap Taufik.
Selama delapan tahun perjalanannya, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) konsisten berinovasi dalam pengembangan teknologi kilang yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Sejumlah inovasi tersebut bahkan telah dipresentasikan dan meraih penghargaan di tingkat internasional.
Kilang Dumai, misalnya, menciptakan inovasi yang berfokus pada optimalisasi pengolahan minyak mentah jenis super heavy crude, yang dikenal memiliki tantangan teknis tinggi dalam proses pengolahannya.
Sementara di Kilang Cilacap, pengembangan dilakukan pada unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT) agar mampu mengolah bahan baku nabati menjadi Renewable Diesel dan Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Di Kilang Balongan, inovasi diarahkan untuk meningkatkan aspek keselamatan dan efisiensi dalam proses pengisian pelumas pada rotating equipment di lingkungan kilang.
Adapun Kilang Balikpapan di Kalimantan mengembangkan inovasi pengganti busa pemadam kebakaran (foam substitute) yang lebih ramah lingkungan, guna digunakan dalam pelatihan serta pengujian sistem proteksi kebakaran.
“Deretan inovasi itu menunjukkan bahwa peran KPI tak hanya menjadi pengelola dan operator kilang, tapi juga menjadi pelopor teknologi energi berkelanjutan,” ujar Taufik.
Dalam aspek sumber daya manusia dan keselamatan kerja, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) juga menghadirkan berbagai program inovatif. Menurut Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman, inisiatif tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi keselamatan serta kesejahteraan pekerja dan mitra kerja. Salah satu di antaranya adalah Safety Leadership Program (SLP) 4.0, yang berfokus pada penguatan budaya keselamatan di lingkungan kerja.
Selama delapan tahun, KPI tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga berkomitmen memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar kilang melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program TJSL mencakup bidang pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan. Pada periode 2023–2024, KPI menyalurkan dana sekitar Rp34 miliar untuk mendukung 370 program TJSL di berbagai wilayah operasinya.
Atas berbagai capaian tersebut, KPI berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa di antaranya meliputi PROPER Emas dan Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Subroto Award dari Kementerian ESDM, serta dua penghargaan dari Asian Downstream Summit 2025 untuk kategori Leader of The Year dan Sustainable Technology of the Year.
“KPI juga meraih Customer Satisfaction Index dan Stakeholder Perception Index dengan kategori Baik, menunjukkan kepercayaan tinggi dari pelanggan dan pemangku kepentingan,” kata Taufik.
Menutup pernyataannya, Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman, menegaskan bahwa seluruh pencapaian yang diraih selama delapan tahun terakhir merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh insan KPI yang menjadi bagian dari warisan perusahaan. Ia menambahkan, keberhasilan tersebut bukan merupakan akhir perjalanan, melainkan awal dari semangat baru untuk terus menjaga dan memperkuat ketahanan energi nasional.
“HUT ke-8 KPI menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, memperluas kontribusi, dan menyalakan semangat inovasi demi masa depan energi Indonesia yang berkelanjutan,” tutup Taufik.
(tim)































