Kilang Cilacap Rampungkan Program TJSL 2025 Senilai Rp2,6 Miliar

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Cilacap menuntaskan penyaluran dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sepanjang tahun 2025 dengan total nilai lebih dari Rp2,6 miliar. Penyaluran ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar kilang.
Dana TJSL tersebut disalurkan ke berbagai program yang menyasar sektor ekonomi, kesehatan, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah, serta penguatan kapasitas masyarakat lokal. Fokus utama diarahkan pada wilayah pesisir dan area yang berada di sekitar operasional kilang sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Penyaluran dana TJSL 2025 disimboliskan melalui penyerahan oleh General Manager Kilang Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo, kepada Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rahman. Kegiatan ini berlangsung dalam rangkaian Penyusunan Rencana Strategis Program TJSL Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap Tahun 2026 hingga 2030.
Acara tersebut digelar di Gedung Patra Graha, Cilacap, pada Rabu, 21 Januari, dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta mitra binaan Kilang Cilacap. Momentum ini sekaligus menandai berakhirnya pelaksanaan program TJSL tahun 2025.
General Manager Kilang Cilacap Wahyu Sulistyo Wibowo menjelaskan bahwa penyusunan Rencana Strategis TJSL merupakan langkah strategis untuk memastikan implementasi program berjalan sejalan dengan arah pembangunan daerah, khususnya yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Cilacap.
“Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam merencanakan implementasi program TJSL agar sejalan dengan arah pembangunan daerah. Kehadiran Bapak/Ibu tamu undangan menunjukkan komitmen bersama dalam merumuskan program kerja yang efektif dan berkelanjutan demi mencapai Sustainable Development Goals (SDG’s),” ujar Wahyu.
Ia menambahkan bahwa penyusunan Renstra TJSL tidak hanya bersifat administratif atau agenda rutin tahunan. Dokumen tersebut diposisikan sebagai pedoman strategis untuk memastikan program TJSL mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat dan berkelanjutan.
“Melalui forum ini, kami berharap dapat memperoleh masukan dan rekomendasi yang konstruktif, agar penyusunan Renstra TJSL 2026–2030 dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Menurut Wahyu, Kilang Cilacap berkomitmen menjadikan TJSL sebagai bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan. Program-program yang dirancang diharapkan mampu menciptakan nilai bersama antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.
Sinergi TJSL dan Pembangunan Daerah
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan komitmen Kilang Pertamina Internasional Unit Cilacap dalam mendukung pembangunan daerah melalui berbagai program TJSL. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi kunci dalam mendorong percepatan pembangunan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kilang Cilacap atas kontribusi nyata melalui program TJSL. Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha seperti ini sangat penting untuk mendukung pencapaian target pembangunan, khususnya di bidang pemberdayaan ekonomi, kesehatan, dan penguatan kapasitas masyarakat,” kata Syamsul.
Syamsul menilai penyusunan Renstra TJSL yang diselaraskan dengan RPJMD Kabupaten Cilacap akan memperkuat efektivitas program. Dengan perencanaan yang terarah, manfaat program diharapkan dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat.
Ia juga mendorong agar program TJSL ke depan semakin adaptif terhadap kebutuhan riil masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial di wilayah pesisir dan kawasan industri.
Dalam implementasinya, program TJSL Kilang Cilacap difokuskan pada beberapa pilar utama. Di antaranya adalah penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas kesehatan, pembinaan dan pengembangan UMKM, serta mitigasi risiko bencana.
Kilang Cilacap juga memberikan perhatian khusus pada penguatan kapasitas masyarakat lokal, termasuk kelompok rentan. Upaya ini dilakukan agar masyarakat mampu tumbuh mandiri, berdaya saing, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
Program pemberdayaan ekonomi difokuskan untuk menciptakan peluang usaha baru dan memperkuat usaha yang telah berjalan. Sementara itu, program kesehatan diarahkan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan dan kesadaran hidup sehat di lingkungan sekitar kilang.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, acara penyusunan Renstra TJSL juga dimeriahkan dengan kehadiran 14 stand mitra binaan Kilang Cilacap. Para mitra binaan memamerkan berbagai produk unggulan hasil pembinaan program TJSL.
Salah satu yang menarik perhatian adalah Bank Sampah Abhipraya Kutawaru, Cilacap Tengah. Mitra binaan ini menampilkan produk unggulan berupa wellbag, inovasi polybag ramah lingkungan yang dibuat dari daun nipah atau welit.
Produk wellbag tersebut menjadi contoh konkret bagaimana program TJSL mampu mendorong inovasi berbasis lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, General Manager Kilang Cilacap dan Bupati Cilacap juga berkesempatan melakukan praktik langsung membuat anyaman wellbag bersama para perajin dari Bank Sampah Abhipraya. Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Melalui penyusunan Renstra TJSL 2026–2030, Kilang Pertamina Internasional Unit Cilacap berharap dapat memiliki arah kebijakan yang lebih terukur dan berdampak. Dokumen strategis ini diharapkan menjadi acuan dalam perencanaan dan pelaksanaan program TJSL di masa mendatang.
Dengan komitmen berkelanjutan tersebut, Kilang Cilacap menegaskan perannya tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah yang berkontribusi aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

































