Sementara itu, dari sisi volumenya mencapai sebanyak 2,58 juta fine troy ounces (sekitar 80,25 ton). Angka ini tak berbeda dari posisi Agustus yang juga masih sebanyak 2,58 juta, namun naik dibandingkan posisi Juli yang masih 2,53 juta fine troy ounces.
Belakangan, World Gold Council (WGC) mengklarifikasi tuduhan mereka kepada Bank Indonesia (BI) yang telah menjual sebanyak 11 ton cadangan emas milik Indonesia.
Head of Asia Pacific and Global Head of Central Banks WGC Shaokai Fan mengatakan, pernyataan pihak WGC tersebut terjadi karena adanya kesalahan pembacaan laporan yang berasal dari International Monetary Fund (IMF).
"Laporan awal penjualan tersebut kelihatannya seperti salah data. Jadi saya pikir ada kesalahan dalam laporan IMF, dan WGC menulis data berdasarkan data IMF. Jadi laporan kami otomatis [juga berasal dari IMF]," kata Shaokai kepada wartawan usai konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Shaokai mengatakan, setelah bank sentral membantah kabar tersebut, pihak WGC juga telah otomatis bersamaan mengoreksi laporan data penjualan yang sempat dilaporkan oleh WBC, beberapa waktu lalu.
Kenyataannya, lanjut dia, laporan tersebut bukan merujuk pada penjualan yang emas yang dilakukan oleh BI. Sebenarnya, Indonesia justru memiliki peningkatan cadangan emas dalam beberapa bulan ke belakang.
"Setelah Bank Indonesia mengatakan bahwa itu salah, kami juga mengoreksi data kami," tutur dia.
Sebelumnya, WGC memang sempat menerbitkan laporan yang bertajuk Central bank Gold Statistics: Central Bank Gold Buying Reboun in August pada 3 Oktober lalu.
Laporan tersebut menyatakan jika Bank Indonesia sempat mengurangi sebanyak 11 ton cadangan emas berdasarkan data IMF per Juli lalu.
"Kami merevisi turun estimasi awal bulan Juli sebesar 10 ton setelah Bank Indonesia melaporkan penjualan 11 ton," kata Analis Senior EMEA World Gold Council, Krishan Gopaul dalam laporan tersebut.
Merespons hal itu, pihak BI pun membantah. BI Kepala Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso menyampaikan hal tersebut secara langsung melalui layanan pesan singkat.
"Dapat kami sampaikan bahwa Bank Indonesia tidak melakukan penjualan emas sebagaimana disebutkan," tulis keterangan BI.
(lav)





























