Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi pada Oktober tercatat 2,86% year-on-year (yoy). Ini menjadi yang tertinggi sejak April tahun lalu.
“Selain itu, ada depresiasi rupiah yang persisten di kisaran Rp 16.650-16.750/US$,” tambah riset Mega Capital.
Di AS, sambung riset tersebut, bank sentral Federal Reserve juga bisa saja tidak menurunkan suku bunga acuan pada Desember. Berdasarkan CME FedWatch, kemungkinan Federal Funds Rate bertahan di 3,75-4% dalam rapat Desember mencapai 39,9%.
“Kemudian, investor juga rasanya tidak ingin mengambil risiko berlebihan jelang tutup buku. Oleh karena itu, mayoritas investor sepertinya akan mengambil langkah defensif sampai akhir tahun ini,” jelas riset Mega Capital.
(aji)
No more pages


























